Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

World Animal Day, Saatnya Traveler Ikut Sejahterakan Satwa

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 620 2288262 world-animal-day-saatnya-traveler-ikut-sejahterakan-satwa-PC7bc5asvB.jpg Satwa langka Indonesia. (Foto: Instagram/@kementerianLHK)

WORLD Animal Day jatuh pada 4 Oktober. Tema yang diangkat tahun ini adalah meningkatkan status satwa demi kesejahteraan.

Setiap negara pun diajak untuk menjaga kelestarian satwa beserta habitatnya. Dengan kegiatan ini, maka bisa menjadikan dunia menjaga tempat yang adil bagi semua makhluk hidup.

Baca Juga: 5 Objek Wisata Keluarga di Jabodetabek, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan 

satwa

Di Indonesia, banyak satwa yang dilindungi. Bahkan beberapa habitatnya menjadi objek pariwisata yang sering dikunjungi traveler.

Tak sekadar kebun binatang, adapula sederet taman nasional yang menjadi habitat satwa langka di Indonesia. Seperti halnya Kebun Binatang Ragunan, Kebun Binatang Surabaya, juga hingga Taman Nasional Tanjung Puting serta Taman Nasional Baluran yang sangat terkenal di Tanah Air.

 

Tak ada bosannya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengingatkan traveler untuk menjaga kelestarian hutan. Selain itu kenali juga keanekaragaman satwa yang ada di Tanah Air.

"Mari kenali dan jaga kelestarian keanekaragaman satwa nusantara. Biar hutan kita tetap semarak," tulisnya di laman Twitter @KementerianLHK.

 satwa

Baca Juga: Instagramable Banget, Ini 6 Spot Foto Favorit Milenial di Hutan Pinus Pengger

Selain itu, Ragunan Zoo juga turut menyemarakkan World Animal Day. Pesan yang disampaikan kepada masyarakat yakni sejalan dengan tema yang diangkat tahun ini.

HAPPY WORLD ANIMAL DAY! Sejahtera Selalu SATWAKU. #ragunanzoo #dkijakarta #worldanimalday," tulis keterangan Twitter @ragunanzoo.

Sayangnya jika bicara soal satwa, juga tak lepas dari investasi di industri peternakan. Banyak praktik buruk dari kegiatan ini, sehingga bisa merusak ekosistem satwa di dunia.

Hal tersebut dikatakan oleh CEO Sinergia Animal Carolina Galvani. Menurutnya, jika terus dibiarkan, maka bisa saja lingkungan juga ikut menderita. Bahaya pun bisa dialami oleh para satwa.

"Banyak hewan-hewan yang hidup di kondisi kurang ideal, yang dapat berkontribusi pada penyebaran penyakit baru," ungkapnya, lewat keterangann resminya.

sapi

Berdasarkan NASA, industri peternakan merupakan satu-satunya penyebab deforestasi hutan tropis. Jika tidak dihentikan, maka lingkungan akan mengalami iklim buruk, cuaca ekstrem dan sebagainya.

Baca Juga: Objek Wisata Api Abadi Mrapen Padam Sepekan Terakhir

Karenanya, Carolina pun selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan kelestarian satwa. Begitu juga juga kepada para investor agar tak memberikan dukungan finansial kepada industri peternakan.

"Kita semua dapat mewujudkan bumi yang lebih hijau, lebih aman untuk hewan dan manusia,” tambah Carolina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini