Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Beri Stimulus ke Penulis di Tengah Pandemi Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 620 2289154 kemenparekraf-beri-stimulus-ke-penulis-di-tengah-pandemi-covid-19-puAOfcTME6.jpg Ilustrasi menulis (Foto Activetimes)

DIREKTORAT Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah memberikan stimulus kepada penulis dan peberbit melalui program "Nulis dari Rumah" di masa pandemi Covid-19.

"Sebagai bentuk upaya menggairahkan kembali industri penerbitan, maka dibutuhkan stimulus dari pemerintah berupa bantuan pembelian buku kepada penerbit yang berminat menerbitkan 100 karya terpilih program Nulis dari Rumah dalam bentuk buku cetak maupun elektronik," kata Staf Khusus Kemenparekraf, Ricky J Pesik saat peluncuran buku pemenang ‘Nulis dari Rumah’ secara virtual, Senin 5 Oktober 2020.

Ia melanjutkan, bantuan tersebut yang sebeluknya telah dikompilasi dan diedit sehingga menjadi dua naskah buku, masing-masing berisi 50 cerpen dan 50 esai.

Baca juga: Strategi Kemenparekraf Kembangkan Wisata Wellness di Masa Pandemi Covid-19

Selain itu, Kemenparekraf telah membeli 1.200 eksemplar dengan masing-masing 600 eksemplar cerpen dan 600 eksemplar esai.

"Kemenparekraf telah membelinya untuk dibagikan kepada para pemenang, tim kurasi, Lembaga negara, perpustakaan dan forum taman bacaan secara gratis," terangnya.

Pemerintah pun berharap, dengan diluncurkan buku para pemenang dapat membuka peluang kerja sama lebih jauh bagi para penulis dan para pelaku industri kreatif lainnya.

Buku kumpulan cerpen berjudul, “Pesan Penyintas Siang” diterbitkan oleh Mekar Cipta Lestari Publisher (MCL Publisher); dan antalogi esai berjudul “Saatnya Menjadi Bangsa yang Tangguh” diterbitkan Pustaka Obor Indonesia.

Baca juga: Malam-Malam Wisata Kuliner di Bandung, Ini 5 Pilihan Menu Khasnya

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina mengharapkan, kegiatan tersebut kedepannya dapat berkembang lebih luas dan lebih jauh lagi.

"Di mana bisa terjadi business matching secara langsung antara penulis dengan penerbit sehingga regenerasi penulis baru sebagai aset dan modal sesungguhnya dari industri penerbitan bisa tubuh subuh," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini