Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Cokelat Bisa Jadi Potensi Wisata Baru

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 620 2290691 industri-cokelat-bisa-jadi-potensi-wisata-baru-c6n53ixO5V.jpg Ilustrasi. (Foto: Medicalnewstoday)

Proses ini penting untuk menghasilkan cokelat yang mengkilap terang serta stabil. Tanpa melalui proses tampering, cokelat akan terasa bertekstur kasar (berasal dari lemak dan gula). Cokelat lalu dicetak atau dibentuk menjadi cokelat batangan, potongan kecil, serta beragam bentuk lainnya.

"Masyarakat mengonsumsi cokelat untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Untuk memanjakan diri sendiri, maupun mendapatkan rasa cokelat nan lembut yang digemari banyak orang," kata Executive Vice President dan President Asia, Middle East and Africa Mondelēz International Maurizio Brusadelli.

Baca Juga: Jajal Nasi Kuning Terenak di Bandung, Rasanya Worth It

Konsumen di Eropa lebih menyukai cokelat hitam. Sementara cokelat susu lebih digemari di wilayah Asia Tenggara, Australia dan New Zealand.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kakao menjadi bahan baku cokelat yang sangat penting. Indonesia jadi negara terbesar penghasil kakao, namun pertanian kakao harus lebih berkelanjutan.

 coklat

"Pada pertanian kakao sangat kompleks, seluruh pihak mata rantai harus terlibat agar petani kakao lebih inovatif," ucap Mentan Yasin saat Peresmian Pasuruan Cocoa Technical Centre (PCTC) secara virtual, baru-baru ini.

Untuk menambah hasil kakao, Mentan Yasin bahkan bersedia menanam banyak bibit kakao di berbagai daerah. Tak hanya dikelola untuk industri cokelat, melainkan bisa mendatangkan potensi wisata baru nantinya.

"Kami siap menanam kakao di semua provinsi, seperti Jawa, Sumatera, Papua, Bali, juga Maluku. Kebunnya banyak, menanam kakao butuh bibit baik dan harus tahan dengan hama," pungkasnya.

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini