Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyek Food Estate Pakai Teknologi Modern, Ini Penjelasan Mentan

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 620 2290914 proyek-food-estate-pakai-teknologi-modern-ini-penjelasan-mentan-rRYaDlhnMp.jpg Mentan Syahrul Limpo (Dok. Kementan)

JAKARTA - Kawasan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan di garap seluas 168.000 hektar (ha) dan pada tahun 2020 dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan terdiri lahan di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha dan Kapuas 20.000 ha.

Menanggapi ini, Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024. Di mana berguna membangun lumbung pangan nasional.

 Baca juga: Jokowi Pakai Drone Garap Lahan Food Estate

"Upaya ini dapat menciptakan lapangan kerja di pedesaan, pemberian perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional," ujar Syahrul dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Syahrul menyampaikan bahwa pengembangan kawasan food estate di Provinsi Kalteng, dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif, guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP).

 Baca juga: Tak Hanya Padi, Jokowi Beberkan Model Bisnis Food Estate di Kalteng

Pengembangan pertanian dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada. Kawasan pengembangan food estate, akan dibangun model bisnis korporasi petani dengan melibatkan kelompok tani di lahan per 100 ha, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di lahan per 1.000 ha.

"Semua dalam bentuk hilirisasi dan semua industrinya harus dirancang dengan baik. Pengembangan lahan food estate ini merupakan model percontohan, sehingga didalamnya kita harus kembangkan korporasi dalam kelompok yang besar,"ucapnya.

Saat ini, khususnya pada masa pandemi Covid-19, sektor pertanian memberikan pertumbuhan positif sebesar 16,24% pada kuartal II (q to q). Oleh karena itu diperlukan upaya khusus untuk tetap mempertahankan keamanan dan ketersediaan pangan demi terciptanya kondisi masyarakat yang damai dan sejahtera.

"Kita semua harus bekerja keras dan bekerja sama dilandasi dalam upaya penyediaan tambahan stok pangan nasional. Semoga wabah ini segera berakhir dan aktifitas kembali normal, sehingga perekonomian masyarakat bangkit kembali," tandas Syahrul.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini