Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Canggihnya Food Estate Kalteng, Digarap Pakai Teknologi Modern

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 620 2291607 canggihnya-food-estate-kalteng-digarap-pakai-teknologi-modern-Ms6XpfZF1P.jpg Pertanian (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (8/10/2020). Dalam lawatan itu, Kepala Negara dijadwalkan meninjau lumbung pangan (food estate) dan membagikan banpres produktif.

Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, sekitar pukul 09.10 WIB setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 70 menit dari Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Kabupaten Sleman.

Dari Bandara Tjilik Riwut, Presiden langsung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Pulang Pisau. Presiden dijadwalkan untuk meninjau lumbung pangan (food estate) berikut penanaman padi, keramba ikan, serta peternakan bebek yang terletak di Kecamatan Pandih Batu.

Baca juga: Sri Mulyani Bongkar Masalah Pangan yang Terjadi di Indonesia

Pada siang harinya, Presiden akan menuju Gedung Pertemuan Umum Handep Hapakat, Kabupaten Pulang Pisau untuk membagikan Banpres Produktif untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Setelah itu, Kepala Negara akan kembali menuju Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya dengan menggunakan helikopter. Dalam perjalanan tersebut, Presiden sekaligus akan meninjau lokasi lumbung pangan singkong di Kabupaten Gunung Mas dari atas helikopter.

Setibanya di Bandara Tjilik Riwut, Presiden dan rombongan akan langsung lepas landas menuju Jakarta. Ada sejumlah fakta menarik dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Food Estate di Kalimantan Tengah. Berikut fakta menarik yang sudah dirangkum Okezone, Minggu (11/10/2020).

 Baca juga: Jokowi Pakai Drone Garap Lahan Food Estate

1. Lumbung Pangan Seluas 30.000 hektare (Ha)

Presiden Joko Widodo menargetkan akan mengembangkan lumbung pangan (food estate) di 30 ribu hektare lahan yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Rinciannya, sebanyak 10 ribu hektare di kerjakan di Pulang Pisau dan 20 ribu hektare di Kapuas.

2. Penggarapan Lumbung Pangan Gunakan Teknologi Modern

Mekanisme pertanian di lahan food estate menggunakan teknologi modern. Misalnya saja pemupukan menggunakan drone, membajak sawah memakai traktor apung, dan lain-lain. Penggunaan teknologi sangat penting untuk mempercepat pekerjaan.

3. 168.000 ha Bakal Ditanami Padi

Pemerintah ingin proyek lumbung pangan ini segeral dimulai. Misalnya pemerintah ingin memastikan dimulainya food estate untuk yang semuanya nanti di sini 168.000 akan ditanami padi, untuk beras.

4. Masuk Proyek Strategis Nasional

Progeam food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024. Di mana berguna membangun lumbung pangan nasional.

5. Semua dalam Bentuk Hilirisasi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengembangan kawasan food estate di Provinsi Kalteng, dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif, guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP).

Pengembangan pertanian dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada. Kawasan pengembangan food estate, akan dibangun model bisnis korporasi petani dengan melibatkan kelompok tani di lahan per 100 ha, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di lahan per 1.000 ha.

"Semua dalam bentuk hilirisasi dan semua industrinya harus dirancang dengan baik. Pengembangan lahan food estate ini merupakan model percontohan, sehingga didalamnya kita harus kembangkan korporasi dalam kelompok yang besar,"ucapnya.

6. Sektor Pertanian Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

Saat ini, khususnya pada masa pandemi Covid-19, sektor pertanian memberikan pertumbuhan positif sebesar 16,24% pada kuartal II (q to q). Oleh karena itu diperlukan upaya khusus untuk tetap mempertahankan keamanan dan ketersediaan pangan demi terciptanya kondisi masyarakat yang damai dan sejahtera.

7. Bisnis Berbasis Koperasi Pertanian

Dalan pengembangan kawasan food estate di Provinsi Kalteng akan di bangun model bisnis berbasis korporasi pertanian di mana nantinya akan dilakukan pengembangan lumbung pangan secara terintegrasi mencakup berbagai komoditas seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura bahkan peternakan di suatu kawasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini