Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gowes Ngetren di Era Corona, BPTJ: Jadi Budaya Bersepeda

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 620 2293928 gowes-ngetren-di-era-corona-bptj-jadi-budaya-bersepeda-jO2H9nNwZW.jpg Sepeda (Foto: Okezone)

JAKARTA - Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat kian sadar bahwa penggunaan sepeda sebagai alat transportasi bukan sekadar hobi atau memenuhi gaya hidup, tapi juga bisa bermanfaat untuk mendukung mobilitas.

Kini, masyarakat kian terbiasa menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif, terutama untuk jarak-jarak yang masih terjangkau.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan (BPTJ Kemenhub) Polana B. Pramesti menilai banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi merupakan fenomena yang positif.

“Karena itu, BPTJ akan mengupayakan kebiasaan bersepeda masyarakat yang mulai tumbuh menjadi budaya bersepeda,” kata dia, Kamis (14/10/2020).

Lebih lanjut Polana mengatakan, antusiasme masyarakat yang tinggi dalam bersepeda tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan selama masa pandemi, tapi juga menyangkut pada sistem transportasi massal perkotaan.

Dalam sistem transportasi massal, kata Polana, bersepeda dan berjalan kaki merupakan bentuk dari Non Motorized Transportation (NMT) yang digunakan pada tahapan first mile dan last mile saat berproses menggunakan transportasi publik.

”Pemanfaatan Non Motorized Transportation akan mendatangkan benefit kesehatan secara publik maupun personal. Secara publik akan mengurangi polusi dan secara personal akan meningkatkan gerak tubuh untuk kesehatan,” tutur dia.

 

Menurut Polana, secara garis besar ada tiga manfaat utama NMT dengan bersepeda. Pertama, manfaat lingkungan hidup karena bisa menghemat BBM (bahan bakar minyak), mengurangi polusi udara dan kemacetan.

Dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan di dunia, NMT menjadi bagian transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan merupakan alternatif transportasi yang lazim dikembangkan.

Kedua, manfaat ekonomi karena efisien biaya transportasi dan kemacetan, efisien biaya kesehatan, dan efisien kebutuhan parkir.

Ketiga, manfaat sosial dan kesehatan, karena meningkatkan kualitas kesehatan, penurunan angka kecelakaan, peningkatan kualitas hubungan sosial dan peningkatan karakter (disiplin, mandiri dan tidak mudah menyerah).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini