Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DP 50%, Ini 4 Fakta Inggris Kirim 100 Juta Vaksin Covid-19 ke RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 620 2294696 dp-50-ini-4-fakta-inggris-kirim-100-juta-vaksin-covid-19-ke-ri-TTQy6C0gcR.jpg RI DP Vaksin Corona dari Inggris. (Foto: Okezone.com/Shuttestock)

JAKARTA - Pemerintah dikabarkan sudah membayar uang muka 50% untuk vaksin virus corona dari Inggris. Saat ini pun sedang tahap finalisasi mendapatkan vaksin dari Inggris oleh AstraZeneca dan Oxford of University.

Dalam memastikan hal ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak selama mengunjungi Inggris. Dalam pertemuan itu, delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEO CEPI).

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait vaksin Covid-19 dari Inggris, Sabtu (17/10/2020):

1. DP 50% untuk Vaksin dari Inggris

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya mengutus Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkes Terawan Terawan Putranto untuk bernegosiasi dengan mereka.

Setidaknya, disiapkan untuk pengadaan vaksin sebanyak 100 juta dosis dengan pembayaran awal sebesar USD250 juta atau Rp3,67 triliun (mengacu kurs dolar Rp14.700).

“Sudah menyiapkan pengadaan vaksin dan sekarang Menkes maupun Menteri BUMN sedang negosiasi final dengan AstraZeneca dan kita menyiapkan untuk pengadaan 100 juta dan untuk itu diperlukan DP sebesar 50% atau USD250 juta,” kata Airlangga.

2. Inggris Siap Kirim 100 Juta Vaksin

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya mengutus Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkes Terawan Terawan Putranto untuk bernegosiasi dengan mereka.

Setidaknya, disiapkan untuk pengadaan vaksin sebanyak 100 juta dosis dengan pembayaran awal sebesar USD250 juta atau Rp3,67 triliun (mengacu kurs dolar Rp14.700).

“Sudah menyiapkan pengadaan vaksin dan sekarang Menkes maupun Menteri BUMN sedang negosiasi final dengan AstraZeneca dan kita menyiapkan untuk pengadaan 100 juta dan untuk itu diperlukan DP sebesar 50% atau USD250 juta,” kata Airlangga.

3. Erick dan Menlu di Inggris

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak selama mengunjungi Inggris. Dalam pertemuan itu, delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEO CEPI).

Retno mengatakan, dalam pertemuan dengan CEO CEPI kedua belah pihak membahas tindak lanjut dari due diligence yang dilakukan CEPI terhadap Biofarma pada September 2020 lalu. Selain itu, perwakilan Indonesia juga membahas peluang kerjasama strategis yang dapat dilakukan beyond Covid-19.

Hasil baik due diligence ini juga merupakan pengakuan terhadap kapasitas dan kualitas yang dimiliki Bio Farma untuk manufacturing vaksin.

4. Erick Thohir Sebut Vaksin SARNA

Pemerintah Indonesia tengah menggodok pengembangan penelitian, pendidikan dan inovasi terkait dengan pengembangan platform vaksin self-amplifying RNA atau SARNA. Vaksin ini ditujuhkan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular.

Pengembangan ini menjadi salah satu poin penting kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Inggris. Untuk mempermudah pengembangan platform vaksin RNA atau SARNA, perwakilan pemerintah Indonesia melakukan pertemuan dengan ICL dan VGH.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini