Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta Proyek Nikel USD20 Miliar, China Lirik Mobil Listrik RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 620 2295260 4-fakta-proyek-nikel-usd20-miliar-china-lirik-mobil-listrik-ri-2gDzzHjiPR.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)

JAKARTA - Pemerintah melakukan inovasi model bisnis dalam industri sekaligus meningkatkan value chain nikel nusantara yang berlimpah bertujuan untuk memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait proyek nikel dan pabrik baterai kendaraan listrik, Minggu (18/10/2020):

1. China dan Korsel Tertarik Garap Proyek Nikel Raksasa di Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, fokus pemerintah Indonesia melakukan hilirisasi industri minerba, terutama nikel langsung mendapat respons positif dari investasi luar negeri.

Baca Juga: Erick Thohir: China dan Korea Incar Kendaraan Listrik Indonesia 

Adapun, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea, dua produsen electric vehicle (EV) Battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai USD20 miliar lebih dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air.

"Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global. Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba langsung mendapat respons bagus dari investor asing," kata Erick di Jakarta.

Baca Juga: RI Punya Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik, Ini Penampakannya

2. Investasi Luar Negeri Menunjang Program Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kebijakan Indonesia sudah tepat. Dengan kehadiran investasi luar negeri untuk menunjang program nasional di industri ini.

"Maka saya yakin aspek keberlanjutan akan terus berkembang. Kita semakin kuat dalam daya saing untuk mendukung ketahanan energi bagi Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Mining Industri Indonesia (MIND ID) sebagai Holding BUMN Industri Minerba telah menuntaskan transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (PT VI) yang merupakan perusahan yang memiliki aset nikel terbaik dan terbesar di dunia. Pembelian saham PTVI oleh MIND ID sesuai dengan mandat BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis.

3. Ini Lokasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik
Holding BUMN pertambangan Mind Id atau Inalum telah menetapkan lokasi pembangunan pabrik baterai. Tak hanya itu, manajemen perseroan plat merah itu juga menargetkan proses pembangunan pabrik dilakukan 2-3 tahun ke depannya.
Direktur Utama Mind Id Orias Petrus Moedak menyebut, pihaknya sudah menetapkan sejumlah lokasi pembangunan pabrik. Dalam catatan manajemen, ada sejumlah lokasi yang dipilih, meski begitu ada tiga wilayah yang nantinya menjadi kosentrasi pembangunan. Ketiganya adalah, Halmahera di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Papua.
4. Nilai Investasi Capai USD20 Miliar
Direktur Utama Mind Id Orias Petrus Moedak menyebut, ihwal nilai investasi dari pembangunan pabrik baterai yang diproyeksi mencapai USD20 miliar. Dia bilang, angka tersebut bisa dicapai bila produk turunan yang dihasilkan lebih jauh lagi.
Nilai investasi itu juga didasari pada asumsi keterbukaan perseroan pada mitra kerja. Bila mitra kerja mampu digaet perusahaan, maka Mind Id memperkirakan nilai USD20 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini