Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Kegiatan City Tour Yogyakarta Paling Menyenangkan

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 620 2295504 7-kegiatan-city-tour-yogyakarta-paling-menyenangkan-cV3KTtA5vG.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SIAPA sih yang enggak betah liburan ke Yogyakarta? Ada banyak hal yang dilakukan saat city tour, dari mulai berkunjung ke beragam destinasi wisata hingga mencicipi kuliner khasnya.

Anda bisa memilih kegiatan city tour, jika tak punya banyak waktu lama untuk liburan ke Yogyakarta.

Dilansir Okezone dari Indonesia Travel, berikut 7 kegiatan yang bisa Anda lakukan saat city tour di Yogyakarta. Apa saja ya?

Daftar Tur Lava di Merapi

merapi

Tur ini akan memungkinkan Anda menjelajahi saluran dimana lahar dingin biasanya mengalir dari Gunung Merapi. Gunakan Jeep empat orang untuk melewati jalan yang berdebu. Jika Anda memiliki anak, pertimbangkan untuk membeli peralatan keselamatan sebelum berangkat. Karena beberapa jalan cukup terjal dan bergelombang yang dapat menampung maksimal empat orang untuk melewati jalan berdebu. Jika memiliki anak kecil, Anda mungkin ingin menanyakan kepada penyelenggara jeep mengenai kelengkapan keselamatan karena beberapa rute berbatu, curam, dan bergelombang.

Ada tiga jenis wisata yanng bisa dipilih yakni tur singkat 1,5 jam, tur sedang 2,5 jam, atau opsi 4-5 jam. Beberapa tempat akan menarik perhatian Anda selama tur ini adalah Museum Sisa Hartaku (Museum Harta Karun Saya) dan Bunker Kaliadem. Kedua tempat tersebut menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi yang meluluhlantahkan desa-desa di lereng gunung tersebut dan menewaskan sejumlah orang.

Datang ke Desa Pentingsari dan pelajari keahlian baru

Setelah menyelesaikan lava tour, kunjungi desa kecil yang berada di lereng Gunung Merapi. Desa Pentingsari berlokasi 700 meter di atas permukaan laut, Anda dapat bereksplorasi dengan alam yang fantastis dan kearifan budaya. Wisatawan dapat belajar keahlian baru dalam budaya dan seni tradisional Yogyakarta di desa ini. Misalnya, Anda bisa meletakkan jari-jari kaki langsung ke sawah berlumpur dan belajar menanam padi.

Baca Juga: Kepri Coral, Wisata Bawah Laut Eksotis di Batam yang Patut Diperhitungkan 

Jika Anda lebih menyukai sesuatu yang berseni, bisa belajar cara membatik sendiri. Belajar gamelan dan beberapa tarian tradisional Jawa juga merupakan sesuatu yang bisa dicoba di desa yang indah ini. Anda juga dapat berinteraksi dengan penduduk setempat di rumah mereka dan mengunjungi beberapa industri rumahan yang memproduksi kopi, keripik singkong, dan makanan khas jamur.

Jalan-jalan semalaman di Malioboro

 malioboro

Akhiri petualangan hari Anda dengan berjalan-jalan di sekitar Malioboro. Di sepanjang jalan ini terdapat banyak pedagang kaki lima yang memajang berbagai macam barang. Mulai dari gaun musim panas hingga kaos oblong, perhiasan, dan kerajinan kulit.

Saat malam hari, jalanan dipenuhi oleh artis jalanan yang menari dan bernyanyi untuk kesenangan masyarakat. Sangat mudah tersesat selama berjam-jam di lingkungan yang unik ini.

 

Tur dengan becak

Jelajahi pusat Kota Yogyakarta dengan roda tiga di tengah angin pagi yang segar. Sebelum berangkat, Anda dapat berkonsultasi dengan pemilik hotel untuk mengatur rute dan harga dengan pengemudi. Jika Anda bingung atau memiliki sedikit informasi tentang mau kemana, Anda bisa berkonsultasi dengan agen perjalanan di Jalan Prawirotaman yang menawarkan city tour terjangkau. Normalnya, tur mencakup tempat Alun-Alun Kidul, Komunitas Desa di sebelah Sungai Code, dan Kotagede, pusat dari perhiasan perak.

Baca Juga: Curug Muncar, "Bidadari" Cantik yang Bikin Hati Bergetar!

Kunjungi Istana Kerajaan dan kawasan Taman Sari

Istana yang dikenal dengan “Keraton” merupakan sebuah kompleks yang dibangun pada 1790 untuk mencerminkan kosmos Jawa. Bagi warga Yogyakarta, keraton memiliki hubungan spiritual dengan mitos Ratu Laut Selatan Kanjeng Ratu Roro Kidul dan Gunung Merapi yang megah.

Anda dapat mempelajari potongan sejarah dan budaya peninggalan Jawa. Istana ini juga merupakan rumah bagi raja Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta keluarganya, sehingga ada beberapa pantangan yang perlu diperhatikan. Istana ini terbuka untuk semua pengunjung mulai pukul 08.30-12.30, kecuali pada Jumat dan Sabtu karena tutup pada pukul 11.00 WIB.

Makan di rumah Jawa

Setelah mengunjungi istana, Anda akan mengisi kembali energi dengan makanan yang lezat. Selain Gudeg, Anda dapat berkunjung ke The Gadri Resti. Di sana Anda dapat menikmati menu dalam rasa original khas Jawa, detail dengan suasana antik dan kerajaan.

Menu rekomendasi lainnya di restoran ini adalah Nasi Blawong, Nasi Langgi, dan Nasi Punar. Nasi Blawong sendiri konon menjadi hidangan favorit raja. Hidangan ini terdiri dari nasi putih yang dimasak dengan bumbu dan rempah-rempah, daging dengan cabai, ayam kencur goreng dan telur pindang goreng rebus khas Jawa.

Belanja cenderamata spesial

Untuk mengingatkan Anda akan petualangan di Yogyakarta, ada banyak barang autentik yang bisa dibawa pulang. Mulai dari jajanan dan pakaian hingga pernak-pernik perhiasan. Berbagai barang tersebut bisa ditemukan di one stop shopping center bernama Hamzah Batik.

Sebelum berganti nama, warung ini lebih dikenal dengan nama Mirota dan menyediakan kue berbentuk bulan purnama berisi kacang hijau yang disebut bakpia, cokelat monggo, batik, kerajinan kulit hingga kaos dagadu.

Wisatawan juga bisa menemukan beberapa barang antik Jawa yang menarik dan aksesoris tradisional di sini. Toko ini terletak di dekat Museum Benteng Vrederburg di pinggir Jalan Malioboro, sehingga relatif mudah ditemukan. Anda bisa mengunjungi toko ini mulai senin hingga minggu pukul 08.00-21.00 WIB.

Beberapa tempat di atas dapat menjadi referensi Anda yang memiliki waktu singkat saat berlibur ke Yogyakarta. Semua destinasi yang ada di atas lokasinya berdekatan sehingga memudahkan Anda untuk mengunjunginya dalam waktu singkat. Jangan lupa patuhi protokol kesehatan dan selamat berakhir pekan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini