Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Capaian di Sektor Pendidikan

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 620 2296649 1-tahun-jokowi-ma-ruf-ini-capaian-di-sektor-pendidikan-R6EgmDgcOy.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) merilis laporan kerja satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin. Salah satu yang dipaparkan dalam laporan satu tahunan tersebut adalah capaian di bidang pendidikan.

(Baca juga: Tidak Hanya Jokowi, Bung Karno Juga Diabadikan sebagai Nama Pohon di Arab Saudi)

Pemerintah menyebut beberapa langkah dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor pendidikan.

Salah satunya pemerintah mengusung kebijakan Merdeka Belajar. Dalam hal ini lembaga direformasi agar merdeka dari tekanan administrasi, prestasi, penerimaan siswa baru, hingga akreditasi. Bahkan juga ketegangan soal nilai, ujian nasional atau ujian kelulusan hingga kesejahteraan guru.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Merdeka Belajar menjadi penting agar guru dan siswa mengikuti sekolah dengan menarik dan membahagiakan tapi tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan masa depan. Di tingkat kuliah, Merdeka Belajar memberikan dorongan bagi kampus untuk membuka program studi baru serta akreditasi yang lebih fleksibel. Juga adaptif dengan kebutuhan dunia kerja.

(Baca juga: Laporan Tahunan Jokowi-Ma'ruf Berisi Strategi Pemerintah Hadapi Covid-19)

Di periode keduanya ini, Presiden Jokowi juga masih melanjutkan program bantuan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dimana pada tahun ini, selain KIP untuk SD, SMP, dan SMA, juga terdapat untuk kuliah.

Pemerintah juga terus menggenjot pendidikan vokasi di Indonesia. Disebutkan bahwa sebanyak 14.084 SMK melakukan kerjasama dengan dunia usaha dan industri.

Program baru di pemerintahan periode kedua Jokowi ini adalah adanya Kartu Prakerja.Pemerintah menyebut menyiapkan Kartu Prakerja untuk mengatasi pengangguran. Program bantuan pelatihan yang diberikan untuk pencari kerja dan pekerja ter-PHK. Tujuannya agar mereka memiliki kompetensi tambahan sebelum mendapatkan pekerjaan baru.

Selain sebagai program, Kartu Prakerja menjadi layanan publik pertama yang dijalankan secara digital dari hulu hingga hilir. Program ini kolaborasi pemerintah dengan platform digital (market place) dan lembaga pelatihan.

Saat masa pandemi, Kartu Prakerja didesain menjadi “semi bansos”. Dalam tempo tujuh bulan sejak April diluncurkan, sudah 34,1 juta pendaftar. Sementara anggaran yang telah terserap mencapai Rp.19,8 triliun dengan penerima manfaat yakni 5,6 juta orang. Hingga saat ini terdapat 2.055 jenis pelatihan yang tersedia.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini