Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAI Yakin Tidak Ada Klaster Covid-19 di Kereta Api Usai Libur Panjang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 620 2304139 kai-yakin-tidak-ada-klaster-covid-19-di-kereta-api-usai-libur-panjang-3859gEsvNH.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MESKI ada lonjakan jumlah pelanggan pada momen libur long weekend lalu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) yakin bahwa tidak ada klaster penularan Covid-19 pada transportasi kereta api. Mereka mengklaim telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (4/11/2020), protokol tersebut seperti memastikan pelanggan yang memasuki stasiun dan kereta untuk tetap memakai masker, memberikan face shield gratis kepada pelanggan yang dipakai pada saat perjalanan dalam kereta, dan membersihkan objek-objek yang sering terpegang oleh pelanggan menggunakan cairan mengandung disinfektan setiap 30 menit sekali secara bergantian.

Selain itu, KAI juga menyediakan wastafel dan hand sanitizer di tempat-tempat strategis, memberikan marka jaga jarak di ruang tunggu dan antrean, mengecek suhu pelanggan secara berkala, serta menyediakan ruang isolasi. Setiap petugas frontliner pun dibekali dengan APD seperti masker, face shield, dan sarung tangan.

Baca Juga: Berwisata Sambil Gowes ke Kebun Raya Bogor ala Dian Sastro

 kai

“KAI memastikan seluruh pelanggan mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan tersebut diantaranya pelanggan diharuskan dalam kondisi sehat, memakai masker, memakai face shield selama dalam perjalanan, dan membawa surat keterangan bebas Covid-19 yang masih berlaku,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Didiek menambahkan bahwa konsistensi KAI dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kereta api telah diakui. Hal ini dibuktikan dengan adanya penghargaan Heroes of The Transportation Industry in The Pandemic Era dan Safe Guard Label SIBV.

 

Kemudian untuk memudahkan pelanggan memenuhi persyaratan tersebut, KAI menyediakan layanan rapid test di 31 stasiun dengan harga terjangkau. Layanan ini juga bertujuan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait syarat perjalanan masyarakat di masa Adaptasi Kebiasaan Baru tanpa perlu mencari tempat rapid test di luar.

Masyarakat sangat terbantu akan hadirnya layanan ini, terbukti menjelang libur Long Weekend kemarin terjadi peningkatan peserta rapid test di stasiun. Pada periode tersebut KAI melayani 33.215 peserta rapid test. Naik 19% dibandingkan pekan sebelumnya yaitu sebanyak 27.961 peserta rapid test.

Puncaknya terjadi pada 28 Oktober yaitu sebanyak 6.818 peserta rapid test. Jumlah tersebut meningkat hampir 3 kali lipat dari rata-rata hanya 2.500 peserta per hari.

Baca Juga: Viral Harga Nasi Goreng di Kereta Api Mahal, Ini Klarifikasi KAI

“Terima kasih atas kerja sama seluruh pelanggan yang telah disiplin dalam menerapkan 3M dan protokol kesehatan lainnya selama menggunakan layanan kereta api,” kata Didiek.

Didiek berharap ke depannya semakin banyak masyarakat yang menggunakan kereta api untuk bepergian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kesuksesan angkutan long weekend ini merupakan momentum kebangkitan transportasi kereta api yang diharapkan terus bertahan hingga libur Natal dan Tahun Baru dan seterusnya,” tutup Didiek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini