Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Joe Biden Jadi Presiden AS, Indonesia Harus Perkuat Kerjasama Ekonomi

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 620 2307849 joe-biden-jadi-presiden-as-indonesia-harus-perkuat-kerjasama-ekonomi-PsCBEyMIz2.jpg Joe Biden (Foto: Reuters)

JAKARTA - Praktisi dan Pengajar Hubungan International Synergy Policies Dinna Prapto Raharja menegaskan bahwa Indonesia harus bergerak cepat memperbaiki kerja sama di bidang ekonomi dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini terkait dengan terpilihnya Joe Biden sebagai presiden dan memiliki sejumlah agenda perekonomian yang berbeda dengan pendahulunya.

Baca Juga: Joe Biden Menang Pilpres AS, TikTok Minta Ancaman Blokir Dicabut

Dinna mengatakan, dampak terpilihnya Joe Biden terhadap perekonomian Indonesia itu bergantung dengan kesigapan dan kegesitan pemerintah Indonesia untuk mendesak AS agar memperhatikan narasi yang selama ini diangkat Indonesia.

Menurutnya, selama kepemimpinan Donald Trump, Indonesia berusaha untuk survive agar tidak surut oleh permainan transaksi AS, tapi di satu sisi setidaknya Indonesia dapat beberapa keuntungan seperti pemberian perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP).

"Tapi nanti pada masa Biden ketika semuanya masuk lagi ke dalam lembaga dan relasi dengan sekutu ini menguat berarti yang sangat perlu kita lakukan cepat itu adalah narasi pertumbuhan ekonomi yang narasinya tidak melulu dagang dan investasi, karena itu sebenarnya secara global belum menjadi kekuatan Indonesia," ujar Dinna dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (11/11/2020).

Dia mencontohkan dari segi perdagangan, di mana Indonesia lebih didominasi produk impor dari AS meskipun mencatatkan sedikit surplus untuk barang ekspor ke AS.

"Tapi AS tetap merupakan pengimpor produk terbesar khususnya untuk pertanian seperti kedelai, kapas, gandum, susu, biji bijian, belum lagi untuk jasa keuangan dan merk AS. Sementara produk kita kesana belum bisa dikatakan cukup punya value tinggi untuk ke depannya. Jadi, kalau kita hanya bergantung pada jenis-jenis produk tersebut maka tantangannya di volume," katanya.

Oleh karena itu, Dinna menyebut pentingnya penguatan narasi dalam kerja sama di bidang ekonomi. Dia mencontohkan narasi demokrasi dimana Biden akan mengadakan Summit Democration sesudah dia dilantik.

"Demokrasi ini juga jadi salah satu citra yang selama ini membuat dunia tertarik bekerja sama dengan kita, bagaimana kita membingkis pertumbuhan ekonomi dalam kerangka demokrasi, kemudian dalam rangka HAM yang sifatnya pemberdayaan, bukan memojokkan," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini