Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resmikan Wisata Grojogan Watu Purba, Bupati: Semoga Sleman Dibanjiri Wisatawan

Priyo Setyawan, Jurnalis · Senin 23 November 2020 02:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 620 2313937 resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan-YNqkRfItgN.jpg Grojogan Watu Purba di Bangunrejo, Sleman, DI Yogyakarta (Koran Sindo/Priyo)

PEMKAB Sleman tetap akan menerima kunjungan wisatawan ke kabupaten di DI Yogyakarta itu saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi masyarakat. Meskipun Sleman saat ini masih berstatus zona merah covid-19.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, kasus Covid-19 di Sleman masih tinggi, tapi pasien yang sudah sembuh dari virus corona juga terus bertambah. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sleman diklaim di atas 80%.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Populer di Sleman, Candi Prambanan hingga Bukit Klangon

Hal ini, menurut Purnomo sangat memungkinkan Sleman tetap menerima kunjungan wisatawan saat libur panjang akhir tahun dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Libur panjang, sudah meminta Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan kapenewonan, BUMDes dan penyelanggara wisata. Diharapkan dengan koordinasi akan membawa barokah dan keselamatan bukan petaka dan bencana,” kata Sri Purnomo di sela meresmikan objek wisata Grojogan Watu Purba di Bangunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman, Sabtu 21 November 2020.

Sleman memiliki banyak destinasi wisata alam dan budaya. Mulai dari Candi Prambanan, Bukit Klangon, situs Ratu Boko, Tebing Breksi, Merapi Park, hingga Grojongan Watu Purba yang eksotis.

Baca juga: 4 Daftar Pantai di Gunungkidul yang Wajib Disambangi, Panoramanya Mantap Lur

Menurut Sri Purnomo peresmian Grojogan Watu Purba juga sebagai promosi, jika objek wisata di Sleman aman dikunjungi dan tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Semua pengunjung harus memaki masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, cek suhunya dan jaga jarak tidak berkerumun.

“Ini bagian dari promosi. Mudah-mudahan Sleman bisa dibanjiri wisatawan namun, tidak terjadi transmisi lokal kaitannya dengan pariwisata,” paparnya.

Mengenai obyek wisata di lereng Merapi, Menurtu Sri Purnomo, sesuai dengan arahan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BBPTKG), maka semua objek wisata dalam radius 5 kilometer dari kawah harus tutup. Sementara yang berlokasi di atas radius 5 Km dari kawah masih bisa beroperasi. Apalagi juga sudah ada aplikasi Jarak Aku dan Merapi.

“Itu yang akan kita gunakan, selagi sesuai dengan arahan BPPTKG,” jelasnya.

Sedangkan untuk rapid tes, masih akan melihat perkembangannya. Yang jelas semua para pelaku wisata harus negatif dan reaktif dari Covid-19. Diharapkan jika kondisinya kesehatanya bagus, maka semuanya akan berjalan baik.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suci Iriani Sunuraya mengatakan terus akan melakukan sosialisi tebtang penerapa prokes di objek wisata dan monitoring. Untuk objek wisata sendiri hanya yang sudah diizinkan yang boleh buka. Karena itu akan selalu melakukan monitoring dan verifikasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini