Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maradona Tutup Usia, Ini Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 620 2316624 maradona-tutup-usia-ini-perbedaan-henti-jantung-dan-serangan-jantung-DBk28de295.jpg Ilustrasi (Foto: NEJM Resident 360)

Para penggemar sepakbola tentu mengetahui siapa Diego Maradona. Maradona merupakan legenda sepakbola Argentina yang meninggal dunia pada Rabu, 25 November 2020. Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun di Tigre, Argentina.

Maradona meninggal dunia karena henti jantung yang dialaminya. Henti jantung ternyata berbeda dengan serangan jantung. Merangkum dari Heart, Kamis (26/11/2020) Okezone akan mengulas perbedaan kedua penyakit ini.

Serangan jantung (Heart Attack)

Serangan jantung terjadi ketika arteri yang tersumbat mencegah darah kaya oksigen mencapai bagian jantung. Jika arteri yang tersumbat tidak segera dibuka kembali, jantung yang biasanya diberi makan oleh arteri tersebut akan mulai mati. Semakin lama seseorang tidak mendapatkan pertolongan atau pengobatan, maka semakin besar kerusakannya.

Gejala serangan jantung bisa langsung dan intens. Namun, seringkali gejala dimulai secara perlahan dan bertahan selama berjam-jam, berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum serangan jantung. Berbeda dengan serangan jantung mendadak, jantung biasanya tidak berhenti berdetak selama serangan jantung. Gejala serangan jantung pada wanita bisa berbeda dengan pria.

 Serangan jantung terjadi ketika arteri yang tersumbat mencegah darah kaya oksigen mencapai bagian jantung.

Henti jantung mendadak (Sudden Cardiac Attack)

Serangan jantung mendadak terjadi secara tiba-tiba dan seringkali tanpa peringatan. Kondisi ini dipicu oleh kerusakan listrik di jantung yang menyebabkan detak jantung tidak teratur (aritmia). Dengan sistem pemompaan yang terganggu, jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru-paru, dan organ lain.

Beberapa detik kemudian, seseorang kehilangan kesadaran dan tidak memiliki denyut nadi. Kematian terjadi dalam hitungan menit jika korban tidak segera mendapat pertolongan.

Baca juga: Henti Jantung Sebabkan Penderitanya Hilang Kesadaran Secara Mendadak

Berbeda tapi saling terkait

Kedua kondisi jantung yang berbeda ini saling terkait satu sama lainnya. Henti jantung mendadak dapat terjadi setelah serangan jantung, atau selama pemulihan. Sementara serangan jantung dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak. Kebanyakan serangan jantung tidak menyebabkan serangan jantung mendadak.

Namun, ketika henti jantung mendadak terjadi, serangan jantung adalah penyebab yang paling umum. Kondisi jantung lainnya juga dapat mengganggu ritme jantung dan menyebabkan serangan jantung mendadak. Ini termasuk otot jantung yang menebal (kardiomiopati), gagal jantung, aritmia, terutama fibrilasi ventrikel, dan sindrom long Q-T.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini