Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diego Maradona Meninggal Henti Jantung, Ini 5 Penyakit Mematikan Lainnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 620 2317225 diego-maradona-meninggal-henti-jantung-ini-5-penyakit-mematikan-lainnya-LCzpB07O1W.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Diego Maradona tutup usia di umur 60 tahun. Henti jantung jadi penyebab legenda sepakbola dunia itu menghembuskan napas terakhirnya.

Semasa hidup, Diego Maradona memang banyak mengalami masalah kesehatan. Tindakan operasi berulang kali dia lakukan, hingga akhirnya henti jantung menutup kesakitan sang legenda.

Henti jantung merupakan salah satu penyakit mematikan. Laman Men's Health menjelaskan, henti jantung terjadi lebih dari 350.000 kasus per tahun di Amerika Serikat dan 90 persennya meninggal dunia.

Lantas, mengapa henti jantung mematikan?

Diterangkan Direktur Elektrofisiologi Jantung di Pusat Kesehatan Providence Saint JOhn di Santa Monica, California, Shepal Doshi, MD, henti jantung adalah kondisi jantung Anda benar-benar berhenti berdetak. Ketika detak jantung itu tak muncul dalam beberapa menit, sebagian besar pasien meninggal dunia.

Baca Juga : Pesona Jana Putri Diego Maradona yang Jadi Model Bikini

Kondisi seperti itu sering menyerang tanpa peringatan dan sejauh ini dokter belum menemukan solusi mencegahnya. "Meski begitu, tindakan cepat setelah kejadian itu terjadi masih bisa menyelamatkan nyawa," kata Ahli Jantung Matthew J. Budoff MD, dari Sekolah Kedokteran David Geffen dan Pusat Medis Harbor-UCLA di Torrance, California.

Sementara itu, laman Health Line menjelaskan 5 penyakit mematikan lain, berikut penjelasannya:

1. Penyakit Arteri Koroner

Penyakit Jantung

Penyakit ini kerap disebut juga dengan istilah penyakit jantung iskemik. Terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung menyempit. PJK yangtidak diobati dapat menyebabkan nyeri dada, gagal jantung, dan aritmia.

Kelompok rentan penyakit ini adalah mereka yang memiliki darah tinggi, tinggi kolesterol, perokok, riwayat keluarga penderita PJK, penderita diabetes, dan obesitas.

2. Stroke

Stroke

Stroke terjadi ketika arteri di otak tersumbat atau bocor. Hal ini menyebabkan sel-sel otak yang kekurangan oksigen mulai sekarat dalam beberapa menit. Saat terjadi stroke, Anda tiba-tiba merasa mati rasa dan kebingungan atau kesulitan berjalan dan melihat. Jika dibiarkan, pasien stroke mengalami kecacatan permanen.

Kelompok yang rentan mengalami stroke adalah penderita hipertensi, riwayat keluarga penderita stroke, perokok (khususnya yang juga menggunakan oral kontrasepsi), perempuan, dan kelompok African-American.

3. ISPA

Infeksi saluran pernapasan bawah (ISPA) menjadi penyakit mematikan lainnya. Penyakit ini memengaruhui paru-paru Anda dan penyebabnya bisa karena influenza, radang paru-paru, bronkitis, atau tuberkulosis.

Penyakit ini paling banyak disebabkan infeksi virus, tapi beberapa kasus juga bisa karena bakteri. Batuk adalah gejala utama dari ISPA. Tidak hanya itu, penderita ISPA juga mengalami sesak napas, mengi, dan sesak di dada. ISPA yang dibiarkan menyebabkan gagal napas dan meninggal dunia.

Kelompok rentan menderita ISPA antara lain orang dengan flu, tinggal di lingkungan dengan udara kotor, perokok, orang dengan imunitas rendah, asma, dan HIV.

4. Penyakit paru obstruktif kronik

Batuk

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru progresif jangka panjang yang membuat seseorang sulit bernapas. Bronkitis kronis dan emfisema adalah jenis PPOK. Pada 2004, tercatat sekitar 64 juta orang hidup dengan PPOK.

Kelompok rentan penyakit ini adalah perokok aktif maupun pasif, penderita iritasi paru-paru karena asap kimia, riwayat keluarga dengan gen AATD yang dikaitan dengan PPOK, serta orang dengan riwayat infeksi saluran pernapasan saat kecil.

5. Trakea, bronkus, dan kanker paru-paru

Kanker pernapasan termasuk kanker trakea, laring, bronkus, dan paru-paru. Penyebab utama penyakit ini adalah merokok, baik itu aktif maupun pasif, dan racun lingkungan. Tapi, beberapa kasus menunjukkan bahwa polusi rumah tangga seperti bahan bakar dan jamur juga berkontribusi.

Kelompok rentan penyakit ini adalah semua orang. Namun, kemungkinan besar penyakit ini memengaruhi mereka yang memiliki riwayat merokok atau pengguna tembakau. Faktor risiko lainnya termasuk riwayat keluarga dan paparan faktor lingkungan seperti asap solar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini