Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ITS Kembangkan Virtual Museum Tourism, Apa Itu?

Aan haryono, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 620 2317903 its-kembangkan-virtual-museum-tourism-apa-itu-uAzncoMBnk.jpg Foto ITS

INSTITUT Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur mengembangkan wisata museum virtual untuk kawasan bersejarah yang direalisasikan sebagai program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Masyarakat (Abmas), melalui Pusat Studi Pengembangan Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS.

Karina Pradinie Tucunan ST M Eng, salah satu dosen dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS menuturkan, konsep dari Virtual Museum ini adalah menyediakan wahana wisata berbasis peninggalan bersejarah di kawasan bersejarah.

Baca juga:  Menyusuri Goa Tewet, Keajaiban Nusantara yang Tersembunyi di Tanah Borneo 

“Kontennya sementara ini kami sediakan dulu animasi kreatif cerita-cerita bersejarah pada beberapa objek wisata yang ada dengan mengoptimalisasikan experience user menggunakan Virtual Reality (VR) box,” katanya, Sabtu (28/11/2020).

 

Menariknya, lanjut dia, dari Virtual Museum ini menyediakan VR dan Augmented Reality (AR) untuk benda-benda bersejarah. Seperti artefak manuskrip hingga gambaran tiga dimensi benda bersejarah.

“Dengan adanya inovasi ini, kami berharap dapat merekatkan kembali antara masyarakat dengan sejarahnya, selanjutnya bisa mempreservasi dan mengembangkan dengan cara yang baik,” ucapnya.

Baca juga: Intip Potensi Wisata Bahari Pulau Pieh, Penangkaran Penyu hingga Lumba-Lumba

Karina menambahkan, sejauh ini pengembangan Virtual Museum ini sudah mulai diimplementasikan di Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan bersejarah. Kegiatan ini pun telah melalui serah terima dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan bersejarah, beberapa waktu lalu.

“Sejauh ini sudah sampai tahap akhir, setelah November ini melaksanakan serah terima akan dilanjut peluncuran dan uji coba sebelum dikomersialisasi pada Desember,” ungkapnya.

Karina menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Gresik didasari karena memiliki outstanding value dalam konteks pengembangan kabupaten bandar sekaligus agama Islam. “Selain itu, tersedia stakeholder yang luar biasa dalam mengapresiasi kabupatennya sebagai kabupaten pusaka,” ujarnya.

Karina menjelaskan bahwa Virtual Museum ini nantinya memberikan potensi bagi pengembangan Kabupaten Gresik, yang meliputi potensi wisata lokal hingga regional.

“Selain itu, juga dapat menjadi pengembangan masyarakat, edukasi pentingnya cagar budaya pada anak-anak, induksi nilai kesejarahan serta perhatian masyarakat pada kawasan bersejarah akan meningkat,” katanya.

Dalam mengembangkan Virtual Museum ini, Karina juga dibantu dengan mahasiswanya yang dinilai proaktif. Mulai dari mahasiswa saat tugas akhir dua tahun lalu yang sekarang menjadi Project Manager dalam proyek ini yakni Gratia Ananda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini