Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rencana Investasi Anak Usaha Krakatau Steel Mangkrak, BKPM: Kita Cari Formula Tepat

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 620 2320880 rencana-investasi-anak-usaha-krakatau-steel-mangkrak-bkpm-kita-cari-formula-tepat-uqkqzOLRYU.jpg BKPM Bantu KS Bereskan Proyek Investasi Mangkrak. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyayangkan mangkraknya rencana investasi yang dijalankan PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Bergerak di bidang usaha industri pengolahan besi dan baja dasar (smelter), MJIS mengalami kendala bahan baku, infrastruktur, dan pemasaran.

PT MJIS merupakan anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) yang tercatat memiliki rencana investasi senilai Rp3,9 triliun.

Baca Juga: Hipmi-Krakatau Steel Kolaborasi Majukan Industri Baja Nasional

Menyikapi masalah ini, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya akan mencari formula baru untuk mengoperasikan kembali proyek tersebut. Hal itu seiring dengan nilai investasi yang yang sudah terealisasi mencapai hingga Rp2 triliun.

“Kita lihat ini sebenarnya sayang banget. Investasinya sudah terealisasi Rp2 triliun yang berjalan. Kita sekarang bersama-sama akan cari formulasi yang tepat. Ini harus menjadi sumber pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Tanah Bumbu, yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Intuisi saya sebagai mantan pengusaha, ini barang bagus. Ini cuma harus dipoles sedikit,” ujar Bahlil dalam siaran pers, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: Hipmi Dorong Pengusaha Support Garuda Indonesia

Menurut Bahlil, Kabupaten Tanah Bumbu dapat dijadikan salah satu pilihan lokasi investasi bagi investor. BKPM terus mendorong terwujudnya investasi yang berkualitas, salah satunya dengan pemerataan investasi yang tidak hanya bertumpu pada Pulau Jawa saja.

Bahlil yakin masuknya investasi ke daerah, akan ada multiplier effects yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

“Jadi investasi itu seperti kereta. Ada gerbong dan lokomotifnya. Nah, anggap investasi ini lokomotifnya, dan gerbongnya nanti ikut. Itu multiplier effects-nya. Jadi ekosistemnya akan jalan, dan kawasan ekonomi ini akan bisa berjalan juga dengan baik,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KS Silmy Karim, optimistis akan ada solusi dalam waktu dekat terkait mangkraknya PT MJIS yang sudah tidak beroperasi sejak tahun 2015 lalu. Silmy menyampaikan, apresiasinya kepada mantan Ketua Umum HIPMI itu yang berkenan melihat langsung kondisi proyek tersebut.

Harapannya kolaborasi ini akan menghasilkan solusi nyata, sehingga dapat bermanfaat bagi Indonesia, khususnya masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Kita harus cari solusi apa yang tepat dan berdaya saing, serta mengedepankan sumber komoditi dari Indonesia. Sehingga harapan kami, yang tadinya menjadi beban, bisa menjadi suatu potensi. Kalau Kepala BKPM sudah turun tangan, ini biasanya tidak terlalu lama lagi ada solusi,” kata Silmy.

PT MJIS merupakan perusahaan joint venture antara PT KS (66,66%) dengan PT Aneka Tambang (ANTAM) (33,33%). PT MJIS merupakan perusahaan pioneer di Indonesia yang memproduksi sponge iron dengan teknologi Rotary Klin, dengan memanfaatkan bahan baku berupa bijih besi, batu bara, dan batu kapur. Awalnya, perusahaan ini didirikan untuk menyuplai besi spons ke PT KS sebagai bahan baku peleburan baja.

Dalam perjalanan investasinya, PT MJIS menghadapi berbagai permasalahan. Disebutkan bahwa bahan baku bijih besi yang tersedia tidak memenuhi standar kebutuhan skala industri, serta batu bara yang sesuai dengan kebutuhan spesifikasi PT MJIS tidak mencukupi untuk area Batulicin. Selain itu, kapasitas pelabuhan yang ada (berkapasitas 300ft) tidak mencukupi kapasitas yang diperlukan (minimal 50.000 ton).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini