Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Palu Matangkan Rencana Pembangunan Kawasan Agrowisata

Antara, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 620 2325659 palu-matangkan-rencana-pembangunan-kawasan-agrowisata-FG5LgpD5EI.JPG Taman Agrowisata Palu (Foto: Instagram/@Taman Agrowisata Palu)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu sedang mematangkan rencana pembangunan kawasan agrowisata di Kecamatan Palu Utara dan Tawaeli dengan memanfaatkan lahan tidur yang luasnya mencapai ratusan hektare.

Wali Kota Palu, Hidayat mengatakan, pembangunan kawasan agrowisata tersebut merupakan pengembangan program pembangunan di bidang ekonomi berbasis pertanian sehingga dapat menopang kesejahteraan masyarakat di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

"Kita akan kembangkan potensi lahan yang ada di Palu Utara dan Tawaeli untuk dijadikan kawasan pertanian sekaligus menjadikan kawasan itu sebagai destinasi wisata berbasis agro," kata Hidayat belum lama ini.

Baca juga: Puluhan Pramuwisata di Bali Jalani Pelatihan Protokol CHSE

Menurutnya, rencana kawasan agrowisata yang sedang disusun Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu saat ini sebagai wujud komitmen pemerintah kota untuk mewujudkan rencana pembangunan kawasan tersebut sehingga pembangunannya dilakukan berbasis perencanaan yang matang.

Ia berujar bahwa sebagai wali kota yang telah mendapat mandat dari rakyat, dirinya akan terus bekerja keras membangun kota tersebut agar harapan besar masyarakat untuk bisa hidup lebih sejahtera bisa terwujud.

"Kota Palu ini akan kita jadikan kota destinasi, kota jasa, maka kita akan bangun kawasan-kawasan yang menarik untuk dikunjungi orang," tuturnya.

Pada seminar awal penyusunan perencanaan kawasan agrowisata yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum tertuang dalam dokumen perencanaan luas lahan yang akan dijadikan kawasan agrowisata masing-masing di Palu Utara seluas 37 hektare terdiri dari Mamboro Induk seluas 26,4 hektare dan Kayumalue seluas 10,5 hektare.

Sementara di Kecamatan Tawaeli seluas 127 hektare masing-masing di Kelurahan Pantoloan Boya 99 hektare, Panau 5,5 hektare, dan Lambara seluas 21,7 hektare.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Fadel H Saman mengatakan penyusunan rencana kawasan tersebut untuk menentukan dan memetakan komponen dan fasilitas pendukung yang akan dibangun dan dikembangkan dalam kawasan agrowisata.

Dirinya berharap seminar tersebut menghasilkan perencanaan kawasan agrowisata untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan di sektor pertanian dan pemanfaatan ruang untuk tahun mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini