Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, RI Harus Belajar dari China

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 19 Desember 2020 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 620 2330175 7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china-OYvn4ZDVSk.jpg Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Sindonews/Michelle)

JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. Proyek prestisius yang sering molor dari target kini sudah mencapai 64,4%. Pencapaian Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah menyelesaikan konstruksi Tunnel #1 proyek Kereta Cepat Indonesia-Bandung (KCJB) sepanjang 1.885 meter yang melintang di bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi tembusnya Tunnel #1 KCJB. Prestasi itu menunjukkan bahwa kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam konstruksi proyek ini berjalan sangat baik.

"Hanya dengan team work yang kuatlah, kita semua bisa mewujudkan transportasi mobile modern yang kelak membanggakan bangsa Indonesia,” ujar Luhut dalam sambutannya, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Cerita Luhut Tak Dilibatkan Proyek Kereta Cepat dan Kini Disuruh Diselesaikan 

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (19/12/2020).

1. Menko Luhut: Kita Harus Belajar dari China

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan terkait banyak masalah yang bisa terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurut dia, masalah itu mulai dari investasi, pembebasan lahan hingga hubungan dengan masyarakat.

"Jadi saya meminta koordinasi dengan pihak China yang bekerja sama dalam proyek ini harus ditingkatkan. Kita juga ingin Indonesia harus belajar dari China. Sebab setiap proyek yang digarap oleh pihak China bisa berjalan dengan cepat," ujar dia.

 

2. Banyak Perubahan

Luhut menceritakan proyek ini dibangun saat itu masih menjadi Kepala Staf Presiden. Di mana saat itu sudah banyak perubahan yang terjadi pada proyek kereta cepat.

"Pada saat itu saya masih jadi Kepala Staf Presiden. Dan saat itu banyak perbedaan, namun itu harus dilakukan. Seperti kerjasama yang baik dengan teman-teman China agar proyek bisa lanjut seperti ini," ungkap dia.

Dia juga menegaskan masih banyak pekerjaan yang menanti proyek kereta cepat. Diantaranya menyambungkan jalur hingga menyiapkan operasional kereta cepat.

"Hal ini kita harus hubungkan pilar demi pilar, susun rel menjadi jalur, siapkan serangkaian sertifikasi, siapkan operasi kereta cepat. Itu adalah pekerjaan yang menanti," tandas dia.

3. Kereta Cepat Bukti Modernisasi Transportasi Indonesia

Menurut Menko Luhut, proyek ini menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Di mana ini menjadi transportasi massal modern untuk memecah masalah kebutuhan mobilitas Indonesia.

"Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah proyek penting yang menjadi perhatian kita bersama. Proyek ini merupakan titik lain modernisasi transportasi publik di Indonesia," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).

"Jadi dengan adanya kereta cepat di Indonesia, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian, kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan bangsa Indonesia," ungkap dia.

4. Harus Diselesaikan

Pada pidato Presiden Juli tahun lalu yang membahas soal visi Indonesia, ada satu hal yakni Presiden meminta semua untuk terus melanjutkan proyek pembangunan infrastruktur sebagai bagian dalam rencana lompatan besar untuk merancang strategi pembangunan nasional.

Kereta Cepat Jakarta Bandung inilah yang nantinya saya impikan sebagai lompatan besar yang diidamkan oleh Bapak Presiden.

"Saya mendapat tugas untuk segera mengejar penyelesaian proyek ini. Walaupun saya tidak terlibat dari awal namun saya dibuat bangga dengan kerja tim yang begitu pesat," tulis Luhut.

5. Kerja Sama RI-China

Proyek ini merupakan proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara berkat kerjasama strategis melalui program Belt and Road Initiative antara kedua negara yakni Indonesia dan China.

"Hari ini saya senang sekaligus dibuat terkagum, atas tembusnya tunnel utama yang diresmikan pada hari ini, tunnel ini merupakan salah satu tunnel dari 13 tunnel yang rencananya akan dibangun dan memiliki total Panjang 16.9 KM dari 142,3 KM jalur kereta cepat Jakarta Bandung. Proyek Kereta Cepat ini sudah mencapai angka 64,4% dari penyelesaian keseluruhan," jelasnya.

Kereta Cepat ini nantinya akan menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung yang hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 45 menit.

6. Pembangunan TOD

 

Kereta ini juga nantinya akan dipadukan dengan sistem transit oriented development di mana nantinya metode ini akan mengembangkan kawasan urban dengan memaksimalkan jumlah ruang hunian, kawasan bisnis dan hiburan dengan jarak yang dekat dengan transportasi umum.

Luhut bukan hanya berharap bahwa proyek ini selesai begitu saja, namun lebih daripada itu, proyek ini akan menjadi proses transfer teknologi bagi para anak bangsa untuk bisa mengembangkan era transportasi modern bagi negara ini.

Di akhir Luhut mengucapkan, apresiasi kepada Pemerintah kedua negara serta seluruh pihak yang terus mencari solusi dari segala tantangan dan risiko yang dihadapi dalam proyek ini.

"Marilah kita bersama-sama mengawal dan terus memberikan dukungan terbaik bagi penyelesaian Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini agar dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia," katanya.

7. Tanggapan PT KCIC

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra menyampaikan bahwa penembusan tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dua negara untuk menghadirkan kereta cepat ke hadapan masyarakat tanah air.

"Para ahli dari Indonesia dan Tiongkok bersinergi dalam setiap proses, sehingga transfer ilmu terjadi secara terus menerus di berbagai sisi persiapan," ungkap dia.

Sementara, Wakil Ketua Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Cina (Vice Chairman of NDRC) Ning Ji Zhe dalam pidatonya yang disampaikan secara virtual juga mengatakan hal serupa.

“Dengan dukungan dua negara, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus memberikan kabar baik. Sederet pencapaian konstruksi telah tercapai," jelas dia.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini