Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selamat Hari Ibu! Penuhi Hak Penyandang Disabilitas Atasi 3 Masalah Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 620 2331922 selamat-hari-ibu-penuhi-hak-penyandang-disabilitas-atasi-3-masalah-ini-f6D1HxZvSi.jpg Ibu sosok keberhasilan pemenuhan hak disabilitas (Foto : Momjunction)

Selamat Hari Ibu! Dalam rangka merayakan Hari Ibu dan Hari Disabilitas Internasional, penting mengingatkan masyarakat akan pemenuhan hak penyandang difabel terkait ketenagakerjaan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat inklusif.

Pengembangan ketenagakerjaan difabel di sektor informal menjadi salah satu visi perekonomian inklusif sehingga membutuhkan ekstra usaha dan niat dari semua pihak. Salah satu orang yang berpengaruh terhadap keberhasilan pemenuhan hak penyandang disabilitas adalah sosok ibu.

Oleh sebab itu Yayasan Perempuan Tangguh Mandiri Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) memberikan Penghargaan Difabel Tangguh 2020 secara daring kepada difabel inspiratif dan seorang ibu tangguh.

Ibu dan Anak

Diharapkan dengan penghargaan ini, para ibu tangguh dapat terus menginspirasi dan memotivasi masyarakat berkarya di tengah situasi pandemi virus corona Covid-19 dengan segala keterbatasan yang ada.

Baca Juga : Stigma Masyarakat Jadi Masalah Terberat Bagi Penyandang Disabilitas

Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, menekankan ada tiga isu utama disabilitas yang patut diperhatikan oleh pemerintah. Masalah pertama adalah pendataan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 8,56% dari total populasi Indonesia merupakan penyandang disabilitas atau sekitar 21 juta.

“Namun, tidak ada detil data termasuk alamat terkait jumlah penyandang tersebut dan tentunya tanpa data yang lengkap maka tindak lanjut termasuk di dalamnya pemeluk hak-hak tidak akan dapat berjalan dengan lancar dan baik,” terang Lestari, dalam Press Conference ‘Selebrasi Difabel Internasional: Penghargaan Tangguh’ beberapa waktu lalu.

Masalah kedua yang masih sering muncul adalah masalah stigma dan diskriminasi. Sering para sahabat difabel dianggap tidak mampu beraktivitas seperti halnya non disabilitas. Bahkan sebagian orang tua enggan menyekolahkan putra putrinya dan dalam kesempatan-kesempatan tertentu sebagai penghambat kerja maupun kegiatan lainnya.

“Mengubah persepsi ini tentu membutuhkan proses yang tidak mudah dan kita semua harus bersama-sama melawan stigma tersebut termasuk melakukan sosialisasi Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas,” lanjutnya.

Disabilitas

Masalah terakhir adalah pendidikan dan pekerjaan. Masih banyak para sahabat yang belum mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak. Sebagian, berhasil menyelesaikan pendidikannya bahkan sampai jenjang yang tertinggi.

Namun, mereka masih harus berhadapan dengan praktek yang menghambat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai.

"Marilah kita membangun niat, komitmen dan semangat baru untuk bersama mencapai tujuan. Kita bersama harus bergandengan tangan untuk mengikis stigma dan diskriminasi terhadap disabilitas. Sebab para sahabat bukanlah obyek sosial, tetapi partner yang mendukung pembangunan berkelanjutan," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini