Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Dunia Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 4% tapi Ada Syaratnya

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 620 2339837 bank-dunia-prediksi-ekonomi-global-tumbuh-4-tapi-ada-syaratnya-8ttYR345Y3.jpg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Dunia atau World Bank memprediksi ekonomi global akan tumbuh 4% pada tahun 2021, dengan asumsi peluncuran vaksin Covid-19 awal tersebar luas sepanjang tahun. Namun, pemulihan kemungkinan akan tertahan, kecuali pembuat kebijakan bergerak secara tegas untuk menjinakkan pandemi dan menerapkan reformasi peningkatan investasi.

"Meskipun ekonomi global tumbuh kembali setelah kontraksi 4,3% pada tahun 2020, pandemi telah menyebabkan banyak kematian dan penyakit, membuat jutaan orang jatuh miskin, dan dapat menekan aktivitas ekonomi dan pendapatan untuk jangka waktu yang lama," kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga: Ramalan Bank Dunia Ekonomi RI Tumbuh 4,4% Bisa Tercapai, Lakukan 3 Hal Ini 

Adapun prioritas kebijakan jangka pendek utama adalah mengendalikan penyebaran Covid-19 dan memastikan penyebaran vaksin yang cepat dan luas.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi, otoritas juga perlu memfasilitasi siklus reinvestasi yang bertujuan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang tidak terlalu bergantung pada utang pemerintah.

“Sementara ekonomi global tampaknya telah memasuki pemulihan yang lemah, para pembuat kebijakan menghadapi tantangan yang berat dalam kesehatan masyarakat, manajemen utang, kebijakan anggaran, bank sentral dan reformasi struktural ketika mereka mencoba untuk memastikan bahwa pemulihan global yang masih rapuh ini mendapatkan daya tarik dan menetapkan dasar untuk pertumbuhan yang kuat, ”katanya.

Untuk mengatasi dampak pandemi dan melawan angin sakal investasi, perlu ada dorongan besar untuk memperbaiki lingkungan bisnis, meningkatkan fleksibilitas tenaga kerja dan pasar produk, serta memperkuat transparansi dan tata kelola.

Di negara-negara maju, rebound yang baru terjadi terhenti di kuartal ketiga menyusul kebangkitan infeksi, menunjukkan pemulihan yang lambat dan menantang.

PDB AS diperkirakan akan meningkat 3,5% pada tahun 2021, setelah diperkirakan mengalami kontraksi 3,6% pada tahun 2020.

Di kawasan euro, output diantisipasi untuk tumbuh 3,6% tahun ini, menyusul penurunan 7,4% pada tahun 2020. Aktivitas di Jepang, yang menyusut 5,3% di tahun yang baru saja berakhir, diperkirakan tumbuh sebesar 2,5% pada tahun 2021.

Sementara itu PDB agregat di pasar negara berkembang termasuk China, diharapkan tumbuh 5% pada tahun 2021, setelah kontraksi sebesar 2,6% pada tahun 2020.

Menurut dia Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,9% tahun ini setelah pertumbuhan 2% tahun lalu.

"Tidak termasuk China, pasar berkembang dan negara berkembang diperkirakan akan tumbuh 3,4% pada 2021 setelah kontraksi 5% pada 2020. Di antara negara berpenghasilan rendah, aktivitas diproyeksikan meningkat 3,3% pada 2021, setelah kontraksi 0,9% pada 2020," beber dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini