Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Bawang Stabil dengan Revitalisasi Sistem Resi Gudang

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 620 2354439 harga-bawang-stabil-dengan-revitalisasi-sistem-resi-gudang-cnF5D9roSI.jpg Revitalisasi Sistem Resi Gudang Bawang di Brebes. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menaruh fokus pada ekosistem usaha di Indonesia. Pasalnya, jika ekosistem usahanya baik membuat semua pelaku terkait mendapat keuntungan dan manfaat.

Salah satu ekosistem yang mesti diperbaiki adalah sistem resi gudang (SRG) bawang di Brebes dan Kudus. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, paradigma pembangunan institusi yang terkini bukan hanya berpaku pada aspek fisik, tetapi lebih dari itu, perlu lebih berparadigma pada pembangunan ekosistem. Hal itu juga yang harus diperhatikan dalam upaya revitalisasi SRG Bawang nasional yang berpusat di Brebes.

“Ekosistem yang baik, itu yang utama. Dengan ekosistem yang baik, semua pelaku akan tertarik, nyaman dan sungguh-sungguh terjun di dalamnya. Hal ini karena ekosistem yang baik memastikan adanya relasi dan koordinasi yang lancar dan sinergis yang memungkinkan semua stake holder mendapatkan keuntungan dan manfaat,” kata Jerry, dalam keterangannya, Senin (1/2/2021).

Baca Juga: Potensi Kenaikan Harga, KPPU Minta Pemerintah Antisipasi Stok Bawang Putih

Oleh karena itu, menurut Jerry, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang baik tersebut. Peran Pemerintah Daerah sangat penting mengingat Pemerintah Daerah yang bertindak sebagai pelaku, fasilitator sekaligus regulator SRG dalam operasional sehari-harinya. Sementara itu, Pemerintah Pusat bertindak sebagai insiator dan regulator di tingkat yang lebih makro.

Menurut Wamendag, jika SRG berkinerja baik, banyak manfaat yang bisa diambil oleh pemerintah Daerah. Khususnya dalam SRG Bawang Merah Brebes, yang akan diuntungkan adalah petani, pedagang dan Pemerintah Daerah.

Baca Juga: Gelagat Harga Bawang Putih Bakal Meroket, KPPU Sarankan Impor Dipermudah

“Bagi petani, SRG akan memastikan jaminan pemasaran dan harga yang baik. Bagi pedagang, ini akan memudahkan mata rantai pasokan dan bagi Pemerintah daerah tentu akan memberikan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah.” Lanjut Jerry.

Brebes sendiri menurut catatan adalah penghasil utama bawang merah di tingkat nasional. Catatan BPS menunjukkan bahwa bawang brebes memasok 85% kebutuhan bawang merah nasional.

Namun demikian, komoditas bawang merah ini sering berfluktuasi dari segi harga. Saat tiba panen raya harganya anjlok, sedangkan pada kesempatan lain harganya melonjak tinggi.

Menurut kemendag, bahwa untuk mengatasi masalah itu solusinya adalah membuat sistem penopang (buffer system) yang berpusat pada Sistem resi Gudang (SRG). Dengan demikian, manajemen pasokan, penyimpanan dan penyaluran (distribusi) akan lebih baik dan bisa menjamin harga.

SRG sendiri membutuhkan peran banyak stake holder, salah satunya penyedia teknologi. Bawang adalah komoditas berumur pendek yang jika tidak disimpan dengan baik akan cepat busuk dan turun nilainya. Untuk itu, sebagai kelanjutan kunjungan ke Brebes, Wamendag melanjutkan kunjungan ke Kudus, tempat salah satu alat penunjang utama SRG bawang merah Brebes dibuat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini