Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baju Cheongsam Modern Pertama Mendunia Berkat Sosialita Keturunan Indonesia-China

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 620 2360939 baju-cheongsam-modern-pertama-mendunia-berkat-sosialita-keturunan-indonesia-china-HVqWOoI4eU.jpg Baju Cheongsam (Foto : Pinterest)

Merayakan Imlek tak lengkap rasanya jika tidak menggunakan baju cheongsam atau qipao (旗袍). Busana khas Tionghoa ini dikenakan para wanita untuk memperlihatkan keanggunan mereka.

Cheongsam sendiri adalah pakaian klasik China yang secara tradisional terbuat dari sutra bersulam dengan kerah tinggi dan kancing kain halus di bagian depan. Cheongsam, yang mungkin Anda lihat sekarang itu dipengaruhi oleh sosialita Shanghai di tahun 60-an.

Tapi, tahukah Anda bahwa ada peran seorang sosialita keturunan Indonesia-China dalam penyebaran ketenaran Cheongsam di dunia?

Cheongsam

Menurut laporan SupChina, jika ada satu wanita yang dapat dibanggakan karena mempopulerkan cheongsam modern, itu adalah Madame Wellington Koo atau Oei Hui-Lan. Dia adalah sosialita keturunan Indonesia-China sekaligus 'first lady' Republik Rakyat China (RRC).

"Di awal tahun 20-an, dia mengadaptasi cheongsam dan memasukkannya ke dalam gaya hidupnya yang modern dan mewah," tulis laporan laman tersebut.

Baca Juga : Menilik Sejarah Baju Cheongsam, Cermin Emansipasi dan Kebangkitan Perempuan China

Dalam banyak foto paling ikoniknya, Koo digambarkan mengenakan cheongsam dengan belahan samping yang lebih pendek, menampilkan pakaian ini kepada audiens internasional. Dia juga diketahui sangat bersikeras untuk menggunakan bahan lokal untuk membuat gaun indanya tersebut.

Cheongsam

"Alasannya jelas, itu karena sutra China kualitasnya jauh di atas rata-rata sutra negara lain," katanya. Koo pernah difoto untuk majalah mode dunia dan potretnya dilakukan oleh fotografer, Hoppé, dan pelukis terkenal dunia, Leon Underwood.

Luar biasanya, antara 1920-1940-an, Koo secara konsisten dinobatkan sebagai 'Best Dressed Woman' oleh majalah Vogue. Capaian yang teramat berharga karena menonjolkan pakaian tradisional sebagai sesuatu yang dapat dilihat dunia.

Di catatan National Portrait Gallery, Koo sempat menulis dua memoar yang sangat terkenal yaitu 'Hui-Lan Koo (Mrs. Wellington Koo): An Autobiography' (1945), dan 'No Feast Lasts Forever' (1975). Karyanya itu yang kemudian membuatnya semakin dikenal dunia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini