Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Tak Kunjung Juara MotoGP, Andrea Dovizioso Bukan Pembalap Gagal

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 620 2366948 meski-tak-kunjung-juara-motogp-andrea-dovizioso-bukan-pembalap-gagal-V4OfJfCZsE.jpg Andrea Dovizioso. (Foto: MotoGP)

BOLOGNA – Kiprah Andrea Dovizioso di MotoGP menjadi sorotan mantan manajer Valentino Rossi sekaligus pengamat MotoGP, Carlo Pernat. Meski Dovizioso tak pernah berhasil merebut gelar juara MotoGP, Pernat tak setuju jika Andrea Dovizioso dipandang sebagai pembalap yang gagal.

Dovizioso memang berhasil memainkan peran besar di pentas MotoGP dalam beberapa musim terakhir. Pembalap asal Italia itu mampu menjadi pesaing terberat Marc Marquez dalam memperebutkan gelar juara sejak 2017-2019.

Andrea Dovizioso

Tetapi, Dovizioso gagal mengalahkan Marc Marquez di tiga musim beruntun tersebut. Dia harus puas hanya menyandang status sebagai runner-up. Pada musim 2020, pembalap asal Italia itu bahkan terpental ke urutan keempat pada klasemen akhir pembalap dengan koleksi poin 135 angka.

BACA JUGA: Relakan Tes Pramusim, Marc Marquez Bidik Comeback di MotoGP Qatar 2021

BACA JUGA: Kabar Meninggalnya Pemilik Tim MotoGP Fausto Gresini Dibantah sang Anak

Musim ini, Dovizioso memutuskan untuk vakum membalap di MotoGP. Ia tak bergabung ke tim mana pun usai memilih mengakhiri kontraknya dengan Ducati.

Meski Dovizioso gagal merebut gelar juara di MotoGP hingga akhirnya vakum pada musim ini, Pernat tak memandang sang pembalap sebagai sosok yang gagal. Ia menduga semua kondisi ini harus tersaji lantaran Dovizioso kurang mendapat dukungan dari Ducati.

“Saya tidak menganggapnya gagal krena itu bukan semata-mata kesalahannya. Dia tidak berada dalam kondisi psikologis yang tepat,” ujar Pernat, sebagaimana dikutip dari GP One, Selasa (23/2/2021).

Andrea Dovizioso

“Anda tidak dapat meninggalkan pembalap yang telah dikenal selama delapan tahun menunggu begitu saja, yang membuatnya lelah sepenuhnya,” lanjutnya.

“Di sisi lain, harus dikatakan bahwa pembalap dengan kondisi yang tak baik ini harus bertarung demi gelar juara sampai akhir, tetapi semuanya tidak dapat terjadi,” tukas Pernat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini