Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamendag Ingin Game Online Lokal seperti di Korea, Untung Besar dan Kalahkan K-Pop

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 620 2402333 wamendag-ingin-game-online-lokal-seperti-di-korea-untung-besar-dan-kalahkan-k-pop-o93gPhxSD0.jpg Pertemuan Wamendag dengan Sekjen Koni. (Foto: Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan ingin game online buatan anak negeri makin dikenal dan banyak digunakan oleh gamer, bukan hanya di lingkup lokal tetapi juga regional dan internasional. Salah satu cara mendorong game online lokal dengan memasukan dalam cabang olahraga di Pekan Olah Raga Nasional (PON).

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, jika bisa game online buatan lokal masuk dalam cabang e-sport PON, game Indonesia bisa semakin dikenal dan digunakan banyak gamer.

“Potensinya sangat besar. Korea berhasil mengoptimalkan potensi game online sehingga bisa meraup keuntungan miliaran dollar, jauh lebih besar dari industri K-POP.” Kata Jerry , Rabu (28/4/2021)

Baca Juga: Menko Luhut: Ayo Bela Negara dengan Belanja Produk Lokal

Menurutnya, pemerintah dan lembaga terkait harus meningkatkan fasilitasi terhadap game online asli Indonesia. Ini selaras dengan kampanye pemerintah untuk bangga buatan Indonesia.

"Bangga Buatan Indonesia bukan hanya dilakukan dengan slogan untuk mencintai produk Indonesia, tetapi juga harus membeli, memakai dan mengoptimalkan potensi komersialnya," ujarnya.

Dalam kaitannya dengan game online, Kementerian Perdagangan akan sangat mendukung dalam hal pembinaan pemasaran dan promosi serta hal-hal teknis dalam bisnisnya. Sedangkan KONI diharapkan bisa mengakomodasi game lokal untuk bisa diselenggarakan dalam event-event e-sport, termasuk dalam PON.

Baca Juga: Jokowi ke Bupati: Jangan Sekali-kali Beli Produk Asing untuk Proyek Pemerintah

“Upaya massif antar kementerian dan lembaga dengan sendirinya akan memacu gairah industri game online Indonesia agar go-global. Kalau Pemerintah dan semua pihak mendukung kan anak-anak muda kreator game online akan makin semangat. Karena itu kita berharap ini bisa difasilitasi juga oleh KONI,” papar Jerry.

Sementara itu, Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ade Lukman mengatakan bahwa dalam PON XI salah satu game online Indonesia yaitu Lokapala akan menjadi salah satu cabang eksebisi. Sebelumnya di Asian Games 2018 beberapa game online seperti Mobile Legend juga pernah dilombakan.

"Ini untuk mengakomodasi perkembangan trend olahraga online yang kian besar di kalangan anak muda," kata Ade/

Pengguna game online memang sangat besar. Berdasarkan catatan Newzoo Global Games Market Report pengguna game online secara global mencapai 3 milyar orang pada tahun 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat sebanyak 16,5% masyarakat Indonesia memainkan game online.

"Jika pengguna internet Indonesia mencapai 170 juta, maka jumlah itu setara dengan 28,5 juta orang. Jumlah itu sangat potensial sebagai sebuah bisnis," ujar Ade

Pelaku industri game berharap pemerintah dan semua stake holder membantu peningkatan industri ini. Potensi Indonesia sebagai produsen sangat besar karena didukung oleh generasi muda yang kreatif dan menguasai teknologi digital serta kekayaan budaya yang sangat besar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini