Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bye Rentenir, Holding Ultra Mikro Bikin Pendanaan Lebih Murah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 620 2428341 bye-rentenir-holding-ultra-mikro-bikin-pendanaan-lebih-murah-0V6XUQnV6a.jpg Holding BUMN Ultra Mikro Bantu Pembiayaan UMKM dan UMi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Akses pendanaan pelau usaha Ultra Mikro akan lebih murah dan cepat. Hal tersebut segera direalisasikan dengan pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, melalui holding BUMN di segmen UMi dan UMKM akan memacu masyarakat terkategori prasejahtera memiliki akses pendanaan yang lebih terstruktur dalam satu ekosistem. Dengan demikian, diharapkan masyarakat prasejahtera bisa cepat ‘naik kelas’ dan memperbesar usaha mereka bahkan membantu dalam penyerapan tenaga kerja.

“Peran pemberdayaan tetap diperankan oleh kami, PNM, dengan adanya Super App yang menjadi pendukung kerja karyawan kami. Juga pemanfaatan agen Brilink, jadi segmen ultra mikro yang kami sadar lebih efektif. Nasabah akan mendapatkan keuntungan dengan akses pendanaan lebih murah dan cepat,” ujar Arief, Senin (21/6/2021).

Baca Juga: Holding BUMN Ultra Mikro, Erick Thohir Ingin Akses Pembiayaan Dipermudah

Melalui holding yang melibatkan PNM, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Pegadaian (Persero) itu, nasabah program Mekaar PNM akan memperoleh keuntungan penurunan bunga pinjaman sekitar 3%.

Integrasi ekosistem UMi pun dapat mengoptimalkan peran pemberdayaan PNM dengan penurunan biaya overhead sekitar 8%. Selain itu, integrasi ini diharapkan dapat memberikan akses pendanaan yang lebih murah kepada PNM dengan berkurang sekitar 7% hingga 9%.

Holding tersebut memang bertujuan untuk mendukung visi pemerintah dalam memberdayakan segmen UMi, mempercepat laju inklusi keuangan, pembiayaan berkelanjutan, serta menyasar 57 juta nasabah. Dari total nasabah yang ingin disasar tersebut, 30 juta di antaranya diyakini belum memiliki akses ke sumber pendanaan formal.

Baca Juga: Mengungkap Rencana Besar Erick Thohir-Prabowo Subianto di Holding BUMN Industri Pertahanan

Bahkan 5 juta nasabah di antaranya diperkirakan berada di bawah bayang-bayang jerat rentenir. Saat ini akses layanan pembiayaan atau pemberian kredit pada segmen UMi baru sekitar 20 persen.

Oleh karena itu, segmen usaha tersebut membutuhkan dorongan untuk memacu pertumbuhan. Salah satunya melalui holding yang memberikan skema pembiayaan modern yang tidak lagi mensyaratkan agunan dalam pemberian kredit, karena rata-rata UMKM tidak memiliki aset yang memadai.

Dalam model bisnis holding UMi, pemerintah akan menggenjot pemberdayaan bisnis melalui PNM dan pengembangan bisnis melalui Pegadaian dan BRI. Hal itu diharapkan mendorong segmen UMi menapaki anak tangga lebih atas memasuki segmen mikro.

Tentunya dengan mengkolaborasikan jaringan kantor BRI dan Agen Brilink yang dapat memperluas jangkauan terutama kepada kelompok masyarakat pra-sejahtera.

Integrasi ketiga entitas BUMN ini akan membentuk ekosistem dengan menjaga, mempertahankan pendekatan pemberdayaan sosial PNM, dan model bisnis Pegadaian serta memperkuat peranan BRI sebagai koordinator dan Center of Excellence.

"Ekosistemnya tentu akan menjadi lebih besar. Pelaku ultra mikro dapat menjalin kerja sama dengan pelaku usaha menengah, bahkan korporasi, secara langsung. Bahkan ini justru yang akan membuka peluang ekspor lebih baik lagi," ujar Arief.

Ekosistem UMi pun akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pekerja untuk pengembangan kapabilitas dan karir lintas entitas yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan perseroan. Pengembangan talenta tenaga kerja sesuai dengan lima fondasi BUMN melalui BRI Corpu sebagai sentra sharing knowledge antar pekerja BRI Group.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini