Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HUT Ke-494 DKI Jakarta, Menilik Asal Usul Kebaya Encim

MNC Media, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 620 2428982 hut-ke-494-dki-jakarta-menilik-asal-usul-kebaya-encim-gdpvjMkfZy.jpg Kebaya Encim (Foto : Aikowordpress)

SELAIN ondel-ondel, salah satu budaya yang identik dengan perayaan HUT DKI Jakarta adalah kebaya encim. Pada perayaan HUT Ke-494 DKI Jakarta kali ini, Okezone akan mengulik sejarah singkat kebaya encim.

Letak dan fungsi Jakarta saat bernama Batavia sebagai pelabuhan utama membawa dampak positif, yakni percampuran budaya atau akulturasi budaya. Salah satu wujuh akulturasi budaya tersebut adalah kebaya peranakan Tionghoa atau yang lazim disebut kebaya encim.

Dinukil dari situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (23/6/2018), kebaya encim merupakan kebaya asli Betawi yang hanya diperuntukkan bagi golongan nyai-nyai. Karena harganya mahal, maka masyarakat Betawi yang ekonominya lemah tidak mampu membelinya.

Kebaya Encim

(Foto : Pinterest)

Orang China yang pandai bergaul mencoba mengadaptasi pakaian asli Betawi tersebut. Dengan mengenakan pakaian tersebut, masyarakat China dan peranakannya berharap bisa diterima dan menjadi bagian dari penduduk asli.

Baca Juga : HUT Ke-494 DKI Jakarta, Mengulik Rahasia Kebaya Encim

Karena secara ekonomi orang-orang China lebih baik, maka lebih banyak yang mengenakan kebaya tersebut. Nah, masyarakat asli saat itu sering menyebut kebaya itu sebagai kebaya encim.

Melansir dari situs resmi Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina), berbeda dengan kebaya dari budaya Jawa, kebaya pernakan memiliki warna yang lebih cerah seperti hijau tosca, merah jambu, dan lainnya. Kebaya dari budaya Jawa lebih terpengaruh dari noni-noni peranakan Belanda yang berwarna putih dan menggunakan renda.

Desainer Musa Widyatmodjo pada 2015 kepada Okezone menuturkan, warna cerah tersebut biasa disebut sebagai kebaya encim. Aksesorisnya biasa pakai konde dan tusuk konde. Pemakaian kebaya nyonya atau encim pun memiliki pakem tersendiri. Beberapa pilihan warna ternyata memiliki makna khusus.

Warna putih-biru dari kebaya encim dihubungkan dengan duka cita atau berkabung. Pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat China bahwa warna putih dikenakan saat berkabung atau duka cita.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini