Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Benar Menyimpan Daging Kurban Sisa di Kulkas

Antara, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 620 2443390 cara-benar-menyimpan-daging-kurban-sisa-di-kulkas-Y3BgHcVmy1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENYIMPAN daging kurban memang tidak bisa sembarangan. Pasalnya, daging unggas maupun daging merah mungkin terkontaminasi bakteri dan virus berbahaya, yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

Lantas, bagaimana cara yang benar menyimpan daging di dalam kulkas? Apalagi, momen Idul Adha ini memang kita mendapatkan stok daging kambing dan sapi yang cukup banyak.

Melansir Healthline, Patogen makanan yang jamak ditemukan adalah Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan E. coli, serta virus norovirus dan hepatitis A

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melarang mencuci daging jika Anda ingin menyimpannya di dalam kulkas.

Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran bahwa mencuci daging dengan air justru akan menyebar bakteri yang memang sudah ada pada daging ke seluruh permukaan daging dan juga ke makanan yang akan dimakan mentah misalnya buah-buahan dan sayur yang juga disimpan di dalam kulkas.

Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa daging sapi yang direbus pada suhu 60 derajat Celcius selama empat menit, atau menyemprotkannya dengan air 82 derajat Celcius diikuti dengan semprotan asam laktat, mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan daging.

Studi tambahan menunjukkan bahwa mencuci permukaan daging dengan larutan asam seperti cuka atau jus lemon mengurangi jumlah bakteri pada daging mentah, dibandingkan dengan mencuci dengan air biasa.

Jika Anda mencuci daging mentah di bawah air mengalir biasa, percikan air dapat memindahkan bakteri dan virus dari permukaan daging ke makanan, peralatan, dan permukaan memasak terdekat. Ini dapat menyebarkan kuman dan meningkatkan kemungkinan Anda sakit.

Anda dapat menggunakan larutan asam untuk mencuci atau menyiapkan daging, karena membantu membunuh bakteri, menambah rasa, dan melunakkan daging.

Berikut adalah larutan asam yang umum digunakan dalam persiapan daging:

Cuka putih

Bahan memasak dan pembersih yang umum ini juga merupakan salah satu asam paling umum untuk mencuci daging. Ini mengandung asam asetat, yang telah terbukti mengurangi volume dan pertumbuhan bakteri pada permukaan daging sapi, ayam, dan bebek.

 

Jus lemon atau jeruk nipis

Jus jeruk ini tidak hanya berguna dalam masakan sehari-hari tetapi juga telah ditemukan untuk mengurangi bakteri pada daging dan mempertahankan rasa daging yang dimasak.

Natrium hidroksida (NaOH) khusus makanan

Aditif makanan ini mencegah jamur dan pertumbuhan bakteri dan digunakan untuk menghilangkan kulit buah dan sayuran seperti tomat atau kentang. NaOH mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan daging

Namun, belum diketahui apakah asam ini juga menghancurkan virus bawaan makanan. Karena itu, praktik terbaik adalah memasak semua daging secara menyeluruh, yang merupakan cara paling efektif untuk membunuh kuman berbahaya, menurut CDC.

Mempraktikkan kebersihan makanan yang tepat di rumah adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa daging mentah dan produk matang Anda tetap aman.

Berikut panduan aman yang sederhana untuk mengolah daging sebelum disimpan di dalam kulkas:

Cuci tangan dan permukaan

Sering-seringlah mencuci tangan dengan air sabun hangat setidaknya selama 20 detik. Gosok permukaan makanan, seperti talenan, meja, dan bak cuci, sebelum dan sesudah digunakan.

Pisahkan makanan

Pisahkan makanan mentah dan makanan siap saji untuk menghindari kontaminasi silang dan penyebaran kuman.

Memasak makanan dengan matang

Masak daging dengan suhu internal yang sesuai untuk membunuh patogen berbahaya dan membuatnya aman untuk dimakan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini