Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

59% Anak di Asia Pasifik Belajar Online Lewat Smartphone

Antara, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 620 2443678 59-anak-di-asia-pasifik-belajar-online-lewat-smartphone-mOiGx9jVxt.jpg Setengah anak di Asia Tenggara belajar online (foto: Online Studies)

JAKARTA - Survei yang dilakukan Kaspersky baru-baru ini menunjukkan lebih dari separuh anak di Asia Pasifik belajar dalam jaringan menggunakan ponsel.

"Di seluruh kawasan Asia Pasifik, pembelajaran virtual terus menjadi norma yang dibutuhkan dan kami melihat ini masih akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang," kata Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Chris Connell, dalam siaran pers, dikutip Selasa.

Baca Juga: Belajar Daring, Ini Cara Guru Mendidik Siswa agar Tidak Bosan 

Dalam survei yang berlangsung April-Mei lalu, Kaspersky menemukan 59 persen anak di Asia Pasifik belajar online menggunakan ponsel selama pandemi virus corona.

Perpindahan belajar ke metode dalam jaringan juga membawa sejumlah tantangan teknis, baik bagi anak yang belajar atau orang tua yang mendampingi. Tiga dari lima anak, atau sekitar 60 persen dari responden, mengalami kesulitan teknis untuk tersambung ke pembelajaran online.

Mayoritas anak, 79 persen dari responden, mendapat bantuan dari orang tua supaya gawai berfungsi, hanya 16 persen yang bisa menyelesaikan masalah teknis sendiri.

Kaspersky juga menemukan di kawasan Asia Pasifik, banyak keluarga yang harus membeli gawai tambahan, meminjam dari teman atau sekolah jika ada pilihan tersebut, agar anak bisa belajar online dari rumah.

Baca Juga:  Pandemi, Belajar Online Bisa Tetap Jadi Alternatif Pendidikan Masa Depan

Satu dari dua keluarga, 49 persen, yang memiliki anak dua atau lebih, harus membeli atau menyewa perangkat tambahan.

Menurut Kaspersky, angka ini tertinggi kedua setelah Afrika, 62 persen. Kawasan lainnya yang mengalami hal serupa adalah Amerika Latin (48 persen) dan Timur Tengah (42 persen).

Anak juga memasang aplikasi tambahan di ponsel supaya mereka bisa sekolah dari jarak jauh, antara lai 38 persen memasang aplikasi konferensi video, 43 persen mengunduh simulator interaktif dan program edukasi.

Terdapat 23 persen responden orang tua yang menggunakan solusi keamanan di gawai untuk belajar online.

(amr)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini