Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo Dorong Desa Wisata Manfaatkan Internet untuk Membuat Virtual Tour

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 620 2461921 kominfo-dorong-desa-wisata-manfaatkan-internet-untuk-membuat-virtual-tour-UYbcEasSMa.jpg Desa Wisata Huta Tinggi, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. (Foto: Dok)

JAKARTA - Sudah satu tahun pandemi Covid-19 berlangsung ditambah pemberlakuan PPKM di Jawa-Bali saat ini membuat, gerak industri pariwisata di Indonesia masih stagnan. Meski di beberapa destinasi tetap terdengar tentang ramainya kunjungan wisatawan namun situasi ini belum berlangsung secara umum.

Para pelaku industri pariwisata, dipaksa untuk memilih beralih menjalani profesi lain demi kelangsungan hidup atau berinovasi.

Melihat keadaan itu Kementerian Komunikasi Informasi (Kominfo) mendorong berbagai pihak terutama swasta membuat program-program virtual tour. Dengan begitu para pekerja pariwisata, terutama pemandu dan pengelola destinasi dapat menjalankan profesinya kembali melalui pemanfaatan jaringan internet dan teknologi. 

Baca Juga: Menko Luhut: Semua Tempat Wisata Harus Dilengkapi Aplikasi PeduliLindungi

Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo RI, Danny Januar mengatakan akses internet yang telah dibangun oleh pemerintah agar dimanfaatkan oleh pengelola desa wisata maupun masayarakat desa untuk mendukung usaha melalui teknologi informasi.

"Salah satu contoh pemanfaatannya, yaitu melakukan aktivitas virtual tour dan mempromosikan daerah wisata yang secara tidak langsung mampu menggerakan perekonomian di daerah. Harapannya program ini dapat direplikasi di daerah lain, sehingga dapat membentuk ekosistem yang jauh lebih besar dan internet dapat dimanfaatkan secara baik," ujarnya.

Baca Juga: Berwisata di Pantai Maju, Berolahraga Sambil Menikmati Teluk Jakarta

Nah, hal salah satunya sudah dilakukan PT Atourin Teknologi Nusantara atau Atourin dengan membuat melalui Pelatihan Virtual Tour (Wisata Virtual) yang hasilnya diharapkan membentuk ekosistem serta dibuatkan program-program virtual tour.

Program tersebut kemudian diimplementasikan dalam bentuk pelatihan virtual tour dan pendampingan secara daring bagi para pengelola desa wisata di Kawasan Danau Toba, Pulau Flores, dan Pulau Bali yang telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021 dan diikuti oleh 160 peserta dari 35 desa wisata.

Kawasan Danau Toba diikuti oleh 23 desa wisata, Pulau Flores 7 desa wisata dan Pulau Bali diikuti oleh 5 desa wisata. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan hasil matchmaking dan diskusi yang telah dilakukan oleh Atourin dan BAKTI Kominfo untuk pemanfaatan akses internet yang sudah tersedia sebelumnya.

CEO Atourin, Benarivo menjelaskan, materi pelatihan adalah bagaimana membuat paket virtual tour dengan beberapa metode seperti live report, video tapping, webinar atau hybrid event, hingga cara memasarkan paket virtual tour. Dua hal yang memang dipandang perlu demi meningkatkan kapasitas dan menjaga ketajaman naluri profesionalisme para pengelola desa wisata di 35 desa tersebut.

Lalu dari 35 desa wisata, Atourin telah memilih beberapa desa wisata yang akan dibuatkan program virtual tour untuk dikelola secara komersil. Pengelolaan komersil ini akan bekerjasama dengan beberapa pihak lainnya demi mendapat eksposur yang baik dan dapat mencapai publik secara luas.

"Saat ini sudah 2 desa wisata yang berjalan untuk kegiatan virtual tour yakni Desa Huta Tinggi di Danau Toba dan Desa Koja Doi di Flores," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini