Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapal Selam China Terlihat di Dekat Perairan Jepang, Menhan Perintahkan Waspada

Antara, Jurnalis · Senin 13 September 2021 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 620 2470395 kapal-selam-china-terlihat-di-dekat-perairan-jepang-menhan-perintahkan-waspada-aYfWvQzuxD.jpg Kapal selam China (Foto: Reuters)

TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang pada Minggu mengatakan sebuah kapal selam yang diyakini berasal dari China terlihat di perairan dekat pulau-pulau selatannya di tengah ketegangan maritim yang terus berlanjut di Pasifik.

Melalui pernyataan, kementerian mengatakan pada Jumat (10/9) pagi, Angkatan Laut mengidentifikasi kapal selam itu berlayar ke arah barat laut dekat pulau Amami Oshima di prefektur Kagoshima. Lalu sebuah kapal perusak China juga terlihat di sekitarnya.

Jepang sebelumnya mengeluhkan banyak kapal China memasuki teritorialnya di dekat pulau-pulau yang disengketakan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

China kerap menunjukkan kemarahannya terhadap kapal-kapal AS yang berlayar di wilayah sengketa di Laut China Selatan (LCS) yang disebut Washington sebagai unjuk kebebasan bernavigasi.

(Baca juga: Peringatan Tragedi 9/11, Rusia Sebut Terorisme Sebagai Ancaman Bersama)

Diplomat senior China Wang Yi saat mendatangi Vietnam selama kunjungannya ke Asia Tenggara mengatakan kedua negara harus menahan diri dari tindakan sepihak yang dapat memperumit dan memperuncing sengketa di LCS.

Pernyataan Angkatan Laut Jepang itu mengatakan Pasukan Bela Diri Laut mereka mengetahui kapal-kapal itu bergerak di zona yang berdekatan dengan perairan teritorial mereka, dan kapal-kapal itu seharusnya mengidentifikasi diri mereka sendiri.

(Baca juga: Iran Akan Izinkan Pengawas Nuklir PBB)

Namun, Menteri Pertahanan Nobuo Kishi memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan informasi dan menjaga kewaspadaan dengan rasa urgensi.

Kementerian pertahanan Jepang mengatakan kapal selam itu terus bergerak di bawah air ke arah barat dekat Pulau Yokoate.

Pejabat kedutaan China belum dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya pada Minggu (12/9).

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini