Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taqy Malik Tersandung Dana Umrah, Adam Deni: Tolong Tanggung Jawab

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 620 2472293 taqy-malik-tersandung-dana-umrah-adam-deni-tolong-tanggung-jawab-dldPmDyuvY.jpg Taqy Malik (Foto: IG Taqy Malik)

JAKARTA - Adam Deni turut bersuara atas kasus penggelapan dana jamaah Umrah yang diduga dilakukan oleh Taqychan Travel. Hal tersebut terjadi lantaran ia menerima cukup banyak laporan terkait kasus itu, belum lagi mendapati cukup banyak komentar permintaan refund di akun Instagram milik Taqychan travel serta sang pemilik yakni, Taqy Malik.

Proses refund yang memakan waktu cukup lama, membuat Adam Deni memberikan sindiran pada Taqy yang kerap memamerkan kemewahan hidupnya. Ia bahkan meminta agar Taqy tak perlu mengaku kaya raya jika tidak bisa melakukan refund uang jamaah umrah.

Baca Juga:

Marlina Octoria Ungkap Mahar Rp900 Ribu Malah Dipakai Ayah Taqy Malik Traktir Makan Usai Pernikahan

Taqy Malik Ditagih Dana Umrah Rp1,2 Miliar, Adam Deni: Orang Kaya Refund-nya Lama Bener

Taqy Malik


"Saya nggak masalah dia mau bilang dia kaya kayak gimana. Cuma dengan adanya kasus banyaknya jamaah yang uangnya belum di refund, nggak usah ngomong kaya kalau belum mampu untuk me-refund," ujar Adam Deni dalam sebuah tayangan di Youtube.

"Jadi kalau dia sudah kaya raya, apalagi mobilnya mewah, punya rumah mewah, motor mewah, monggo, silahkan melakukan refund jika memang anda benar kaya raya. Kok anda kaya raya susah banget melakukan refund," sambungnya.

Lebih lanjut, Adam Deni meminta agar suami dari Sherel Thalib itu bertanggung jawab atas nasib para jamaah yang mempercayai pemberangkatan umrah pada travel miliknya. Mengingat para jamaah belum memiliki niat untuk membawa kasus tersebut hingga ke ranah hukum.

"Kasihan para jamaah yang sudah mengumpulkan uang untuk umrah tapi tidak jadi jalan, mereka pengen uangnya balik, belum di refund," jelasnya.

"Tolong tanggung jawabnya dan klarifikasinya ya. Karena takutnya para korban dan para jamaah ini malah membawa kasus ini ke ranah pidana, lebih panas lagi. Jadi lebih baik klarifikasi. Kalau nggak ada penggelapan, klarifikasi, daripada dibawa ke ranah hukum," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini