Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa Antusias Ikuti Uji Coba PTM di Bogor Setelah 2 Tahun PJJ

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 620 2477959 siswa-antusias-ikuti-uji-coba-ptm-di-bogor-setelah-2-tahun-pjj-xm4sHgy3eL.jpg Uj coba PTM di SMPN 5 Bogor. (Okezone/Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di tiga sekolah untuk tingkat SMP mulai hari ini, Selasa (28/9/2021). Salah satu sekolah yang menggelar PTM adalah SMPN 5 Kota Bogor.

Berdasarkan pantauan MNC Portal, para siswa di SMPN 5 Kota Bogor sudah mulai melakukan kegiatan tatap muka dalam kelas sejak pagi. Mereka sangat antusias mendengarkan materi yang diajarkan guru.

Untuk protokol kesehatan, pihak sekolah tampak sudah menerapkan secara ketat. Mulai dari tetap mengenakan masker di dalam kelas, menjaga jarak, hingga sarana prasarana penunjang lainnya.

Kepala Sekolah SMPN 5 Kota Bogor Ema Mustikawati mengatakan, untuk simulasi PTM hari ini hanya diikuti oleh siswa dari kelas IX. Para siswa pun terlihat sangat antusias untuk mengikuti simulasi ini.

"Hari ini hanya kelas IX. Jadi satu kelas itu ada 16 anak dengan IX kelas. Sangat antusias karena sudah hampir 2 tahun ya anak belajar di rumah PJJ jadi ketika sekolah mulai PTM mereka antusias," kata Ema kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/9/2021).

Untuk siswa kelas VII dan kelas VIII sementara belum mengikuti simulasi. Rencananya, mereka baru akan melaksanakan PTM pada pembukaan secara serentak pada 4 Oktober 2021.

"Nanti baru pada saat PTM yang Insya Allah dimulai pada Oktober akan hadir di sekolah. Tapi untuk simulasi saat ini hanya kelas 9," ucap Ema.

Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Jadi Klaster Baru Covid-19? Begini Bantahan Menkes

Ia menjelaskan, izin dari orangtua sangat diperlukan siswa dalam uji coba PTM ini. Selain itu, penerapan prokes dan kesiapan sarana-prasarana sesuai dengan SKB 4 Menteri harus diperhatikan.

"Izin orangtua dulu itu yang penting dan anaknya sehat. Jadi kalau diizinkan orangtua bisa hadir di sekolah. Kita mengacu SKB 4 menteri," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi mengatakan sejauh ini tiga sekolah yang dipilih untuk menggelar simulasi PTM berjalan baik. Diharapkan, sekolah-sekolah yang lainnya dapat melihat contoh simulasi ini.

"Sekarang pantauan hari ini berjalan lancar. Ini yang kita harapkan nanti bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah yang lain. Dan saya yakin teman-teman sekolah yang lain sudah menyiapkan itu, karena kita kan pernah simulasi di bulan Mei dulu," ucap Hanafi.

Namun, apabila nantinya dalam simulasi ini ditemukan adanya kasus Covid-19, pihaknya akan segera merekomendasikan untuk ditutup sementara sambil proses tracking oleh Dinas Kesehatan.

"Tentu ada tracking dulu, yang SOP-nya sudah ada dari Kemenkes. Tentu kita akan ambil kebijakan ditutup atau tidak. Kalau saya akan ajukan ke pimpinan akan menutup," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, terdapat tiga sekolah tingkat SMP di Kota Bogor yang terpilih untuk menggelar simulasi PTM. Ketiga sekolah tersebut yakni SMPN 5 , SMP PGRI 5 dan Boarding School Bintang Pelajar.

Simulasi ini bertujuan memastikan dan mematangkan rencana pembukaan PTM secara serentak pada 4 Oktober 2021. Dari sini, akan dilihat semua aspek protokol kesehatan dan lainnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini