Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag: UKM Eksportir Jadi Pilar Ekonomi Indonesia

Antara, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 620 2480122 mendag-ukm-eksportir-jadi-pilar-ekonomi-indonesia-AtI3Fg9Yfj.jpg Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebut UKM eksportir pilar ekonomi Indonesia (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang telah mampu menembus pasar ekspor merupakan pilar ekonomi Indonesia. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebutkan pelaku ukm tersebut perlu untuk terus didorong.

“Para pelaku eksportir yang utama kebetulan sebagian besar adalah pengusaha kecil kelas menengah menjadi pilar ekonomi Indonesia,” katanya dalam acara 45 Menit Bersama Mendag di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu (2/10/2021).

Baca Juga: Saatnya UMKM Indonesia Timur Masuk Pasar Internasional

Lutfi menyatakan salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada pelaku UKM eksportir ini adalah melalui Paviliun Indonesia yang digelar di Expo 2020 Dubai mulai 1 Oktober 2021 sampai 31 Maret 2022.

Dia menuturkan Paviliun Indonesia merupakan salah satu bangunan megah di antara 192 paviliun negara lain yang berpartisipasi dalam ajang World Expo ini.

Baca Juga: Selamatkan Ibu-Ibu Pahlawan Pencipta Lapangan Kerja, Sandiaga Uno Hadirkan Program KaTa Kreatif

Paviliun Indonesia menyuguhkan berbagai perkembangan kemajuan Indonesia demi menunjukkan eksistensi dan kontribusinya di level global seperti melalui rempah-rempah.

“Kita ingin menujukkan kontribusi dengan rempah-rempah maupun dengan produk yang sustainable atau berkesinambungan, hijau dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Lutfi menyempatkan diri untuk berkomunikasi melalui video bersama beberapa pelaku UKM yang produknya telah mampu menembus pasar global termasuk Kawasan Timur Tengah.

Salah satu pelaku UKM eksportir adalah Ani Murdiati pemilik PT Sinar Prima Food yang mulai mendirikan usahanya pada 2015 dengan produk utama berupa kopi.

Ani bercerita, perizinan usaha miliknya baru selesai 1,5 tahun sehingga ia mulai memproduksi kopi pada akhir 2016 dan pada awal 2017 mulai melakukan penetrasi ke pasar global.

Ia mengaku berani merambah ke pasar global melalui bantuan dari Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) mengingat produknya tidak mampu bersaing di pasar lokal.

“Alhamdulillah setelah kami sering ke Mekkah, Arab Saudi banyak teman-teman dari ITPC memperkenalkan buyer,” katanya.

Tak hanya Ani, Amir Sudjono dari PT Bio Takara juga merasa sangat terbantu dengan dukungan Kementerian Perdagangan mengingat produksi bulu mata dan wig rambutnya mampu menembus kancah global.

“Saya mengapresiasi Kemendag karena ini sudah (berjalan) 15 tahun. Dukungannya luar biasa baik dari ITPC juga Kemendag,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini