Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sampah Kian Menumpuk, Jadi Alasan PLTSa Harus Segera Dibangun

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 620 2488189 sampah-kian-menumpuk-jadi-alasan-pltsa-harus-segera-dibangun-VBlSn3Nzgd.jpg Sampah Kian Menumpuk (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sampah yang kian menumpuk menjadi alasan harus dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Salah satu PLTSa yang harus segera dibangun adalah PLTSa Rawa Kucing di Tangerang.

Pembangunan PLTSa sebagai salah satu dari solusi penanggulangan sampah di Kota Tangerang yang selama ini ditangani di TPA Rawa Kucing, yang mana TPA tersebut kapasitasnya terus menyusut akibat terus meningkatnya volume sampah yang tiba di TPA yang baru saja selesai direvitalisasi oleh Kementerian PUPR di akhir 2018.

Bahkan secara kasat mata, lahan yang tadinya dialokasikan untuk dijadikan lahan untuk membangun PLTSa sudah penuh tertimbun sampah.

Tidak hanya berhenti di permasalahan air sampah dan kebersihan kota, pengelolaan TPA yang buruk juga tidak sejalan dengan pernyataan-pernyataan Pemerintah Indonesia tentang pengendalian perubahan iklim dalam Paris Agreement, yang kembali akan disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam Conference of Parties (COP 26) di Glasgow, Scotland akhir bulan ini.

Persetujuan Paris sendiri telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 2016, yang mana salah satu upaya pencapaiannya adalah melalui pelaksanaan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

VP Operations Oligo Infrastruktur Bobby Roring menyampaikan bahwa menangani permasalahan beban TPA tiga tahun ke depan adalah hal pertama dan wajib diatasi sebelum PLTSa dapat dibangun.

"Apabila tidak diatasi dengan tepat, maka limpasan air sampah dan sampah baru yang akan terus tiba dan mengganggu pelaksanaan konstruksi PLTSa," katanya dalam dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Tanpa penanganan yang tepat sasaran maka dampak negatif dari sampah di TPA tersebut ke depannya akan memperpendek masa layanan dari aset kerjasama tersebut. Bobby menyampaikan bahwa keterlibatan dana swasta ini melibatkan komitmen investor dan membutuhkan adanya kepastian hukum dan pembagian peran-tanggung jawab yang terukur, yang masih terus dibahas saat ini dengan Pemerintah Kota Tangerang.

"Oligo tidak menunda-nunda pelaksanaan kewajiban terhadap proyek dengan mengikuti seluruh tahapan proses sesuai regulasi yang berlaku, dan kami juga siap bekerjasama dengan Pemkot Tangerang untuk merealisasikan PLTSA Rawa Kucing sebagai solusi yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah kronis persampahan yang saat ini kita hadapi bersama," katanya.

Dengan kata lain, pengelolaan sampah, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan perubahan iklim. Hal ini karena, emisi gas metane yang ditimbulkan dari landfill memiliki dampak rumah kaca 21 kali lebih besar daripada gas CO2 yang mendominasi sektor transportasi.

Oleh karenanya, pengendalian TPA yang baik mencerminkan komitmen Pemerintah yang tegas dalam menangani dampak perubahan iklim yang menurut Sri Mulyani merupakan global disaster yang dampaknya sama dengan pandemi Covid-19.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini