Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikaitkan dengan Peradangan Jantung, Efek Samping Vaksin Moderna Terus Diteliti

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 620 2488954 dikaitkan-dengan-peradangan-jantung-efek-samping-vaksin-moderna-terus-diteliti-rGZqdtStHz.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, atau Food and Drug Administration (FDA) dikabarkan sedang memeriksa kemungkinan efek samping terkait vaksin Moderna.

Hal ini sebagai respon dari beberapa negara Eropa yang menimbang kembali pemberian vaksin Covid-19 buatan Moderna kepada kelompok usia muda, dengan efek seperti yang dilaporkan Wall Street Journal yakni isu soal miokarditis alias kondisi peradangan jantung yang langka.

Sebelum mengeluarkan keputusan, seperti dilansir dari Newser, Rabu (20/10/2021) BPOM-nya Amerika Serikat tersebut akan mempelajari dulu dalam waktu yang lebih lama tentang potensi efek samping vaksin Moderna tersebut sebelum memutuskan persetujuan.

Vaksin Moderna

Sebagai informasi, Finlandia, Swedia, Denmark, dan Norwegia diketahui telah menyerukan untuk tidak memberikan vaksin Covid-19 Moderna kepada orang-orang yang berusia di bawah 30 tahun. Bahkan Norwegia merekomendasikan agar pria dengan usia di bawah 30 tahun untuk lebih mempertimbangkan beralih ke vaksin Covid-19 buatan Pfizer, jika sebelumnya mereka sudah menerima satu dosis vaksin Moderna.

Baca Juga : Antibodinya di Bawah Standar, FDA Tolak Booster Milik Moderna

Di Amerika sendiri, vaksin Moderna digunakan untuk vaksinasi orang-orang berusia 18 tahun ke atas tapi Moderna disebutkan ingin memperluas penggunaan vaksin produksinya untuk vaskinasi anak-anak rentang usia 12 sampai 17 tahun.

Dari laporan Moderna, vaksin Covid-19 buatan mereka sudah diuji pada lebih dari 3700 orang remaja dan terbukti efektif tanpa ada kasus miokarditis atau peradangan jantung. Data FDA yang ditunjukkan kepada panel penasihat vaksin, menunjukkan miokarditis dan perikarditis (kondisi lain yang berhubungan dengan jantung) terlihat paling sering muncul pada pria berusia 18 hingga 25 tahun yang telah menerima dosis kedua vaksin mRNA, tapi ratenya tidak berbeda pada vaksin Moderna dan Pfizer.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Pfizer dan Johnson & Johnson, dari studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan vaksin Moderna ini bekerja lebih baik untuk mengurangi resiko rawat inap rumah sakit pada orang yang terinfeksi Covid-19.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini