Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Naik 365%, Ini Daftar BUMN Kinerja Kinclong Berkat Tangan Dingin Erick Thohir

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 620 2489094 laba-naik-365-ini-daftar-bumn-kinerja-kinclong-berkat-tangan-dingin-erick-thohir-qoWTwvY4h3.jpg Laba Bersih BUMN (Foto: Instagram KBUMN)

JAKARTA - Kinerja perusahaan BUMN membaik di semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini terlihat dari kenaikan laba bersih BUMN yang mencapai 356% sepanjang semester I-2021 dibandingkan semester I-2020.

Laba bersih BUMN tercatat sebesar Rp5,77 triliun pada semester I-2020. Angkanya kemudian meningkat menjadi Rp26,35 triliun pada Januari-Juni 2021.

Kinerja baik ini tentu menjadi salah satu bukti, program perusahaan BUMN berhasil. Sekaligus juga diharapkan semakin membuat lapangan pekerjaan semakin banyak. Semakin untung semakin besar peluang melebarkan bisnis.

Aalah satu yang mendorong kinerja BUMN makin baik didukung beberapa faktor. Antara lain perbaikan harga komoditas, penanganan pandemi yang semakin baik, juga peningkatan di sektor kesehatan, telekomunikasi, yang berujung pada kenaikan kinerja. Misal BUMN sektor tambang, kinerja makin baik didorong kenaikan harga komoditas.

"Perkiraan saya kenaikan laba BUMN lebih disumbang oleh BUMN bank pemerintah, Pertamina, Telkom, dan BUMN kesehatan," kata Ekonom yang juga pengajar Perbanas Institut Piter Abdullah dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Transformasi BUMN Besar-besaran, Erick Thohir: Laba Bersih Meroket 356%

Dia menilai, kenaikan kinerja selain karena faktor perbaikan pengelolaan, juga didorong sektor komoditas yang membaik di masa pandemi. Dia yakin, dengan perbaikan maka BUMN akan mempertahankan kinerja. Tak bisa juga dipungkiri, masih ada beberapa BUMN yang perlu diperbaiki.

"Termasuk juga indikator-indikator penyediaan lapangan kerja, dan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat. Mungkin yang paling bisa diapresiasi walaupun labanya tidak ada adalah program BBM satu harga Pertamina serta keberhasilan BUMN Karya membangun berbagai infrastuktur," kata Piter

Kenaikan laba bersih BUMN yang mencapai 356% sepanjang semester I-2021 dibandingkan semester I-2020 tentu bisa dibaca ada perbaikan, namun juga jadi tantangan apakah akan terus mampu dipertahankan mengingat perbaikan kinerja lebih disokong perbaikan harga komoditas.

"Kenaikan itu bersifat adhoc karena kenaikan harga komoditas, karena adanya pandemi. Ketika harga komoditas turun, pandemi sudah usai, keuntungan BUMN bisa saja akan kembali turun," ucapnya.

Menurut dia, manfaat BUMN bagi masyarakat bukan dari keuntungan tetapi lebih dari perbaikan pelayanan. Bahkan ketika BUMN merugi bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Contohnya program BBM satu harga.

"Program ini program rugi bagi Pertamina, tapi sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kinerja BUMN membaik di semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini terlihat dari kenaikan laba bersih korporasi pelat merah yang mencapai 356% sepanjang semester I-2021 dibandingkan semester I-2020.

Erick mengatakan, laba bersih BUMN tercatat sebesar Rp5,77 triliun pada semester I-2020. Angkanya kemudian meningkat menjadi Rp26,35 triliun pada Januari-Juni 2021.

Erick juga mencatat, total pendapatan BUMN sebesar Rp96,5 triliun pada semester I-2021. Pendapatan itu bersumber dari berbagai sektor, mulai energi, keuangan, pertambangan, hingga logistik.

Secara rinci, BUMN di sektor energi menyumbang pendapatan sebesar Rp60 triliun atau naik 13% pada semester I-2021 secara tahunan (yoy). Pendapatan dari BUMN jasa keuangan sebesar Rp13,7 triliun atau naik 7% (yoy).

Sektor pertambangan membukukan pendapatan sebesar Rp9,94 triliun atau meningkat 34% (yoy). Lalu, sektor kesehatan meraih pendapatan Rp9,48 triliun atau naik 163% (yoy), sektor manufaktur sebesar Rp7,97 triliun atau naik 55% (yoy), sektor perkebunan dan kehutanan Rp6,28 triliun atau naik 37% (yoy).

Pendapatan BUMN di sektor asuransi sebesar Rp2,84 triliun atau naik 13% (yoy), sektor telekomunikasi Rp2,62 triliun atau naik 4% (yoy), pupuk Rp1,02 triliun atau naik 2% (yoy). Kemudian, sektor logistik Rp 643 miliar atau naik 2% (yoy) dan kluster pengelolaan aset atau National Management Asset Company (Namco) Rp507 miliar atau naik 12% (yoy).

Adapun, Erick mengakui jika adanya pembatasan sosial di paruh kedua 2021 bakal berdampak kepada kinerja keseluruhan BUMN sepanjang tahun ini. Walau demikian, dia memastikan pihaknya akan terus mendorong kinerja BUMN yang telah baik hingga semester I-2021.

"BUMN akan berusaha mempertahankan kinerja positif ini sampai dengan akhir 2021," kata Erick.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini