Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Penyakit Autoimun Kulit Mengintai saat Pandemi, Bisakah Penyintasnya Divaksin Covid-19?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 620 2496078 3-penyakit-autoimun-kulit-mengintai-saat-pandemi-bisakah-penyintasnya-divaksin-covid-19-XgMh3uBy2Y.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

SELAMA masa pandemi Covid-19, sering muncul penyakit autoimun pada kulit. Selintas hal ini terlihat sepele, namun jika tidak segera ditangani dengan baik maka dapat meluas dan menyebabkan keparahan.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Amelia S Soebyanto, Sp.DV menjelaskan bahwa penyakit autoimun pada kulit disebabkan oleh sistem imun yang salah mengenali sel tubuhnya sendiri. Sel tubuh tersebut dianggap sebagai suatu benda asing dan akhirnya menyerang sel tubuhnya sendiri.

Gatal

"Faktor risiko penyakit autoimun pada kulit disebabkan oleh dua macam. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti genetik atau riwayat keturunan. Sementara faktor yang dapat dimodifikasi berasal dari lingkungan seperti merokok, obat-obatan, kelebihan sinar UV, stres, dll," kata dr. Amelia, dalam virtual media briefing, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga : Stres Bisa Sebabkan Gejala Autoimun Loh, Yuk Periksakan Diri Anda

Baca Juga : Kisah Enzy Storia, Nyaris Lumpuh Akibat Penyakit Autoimun

Lebih lanjut dr. Amelia mengatakan bahwa terdapat setidaknya tiga penyakit autoimun kulit yang sering dialami masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Ketiga penyakit tersebut diantaranya vitiligo, psoriasis, dan urticaria atau biasa lebih dikenal dengan biduran maupun kaligata.

"Seseorang yang mengalami penyakit autoimun kulit bisa diobati dengan dua cara yakni medikamentosa dan non medikamentosa. Medikamentosa terdiri dari pemberian salep, obat oral, obat injeksi dan penyinaran. Sementara non medikamentosa meliputi tidak menggaruk saat gatal, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, dan manajemen stres yang baik," jelasnya.

Bisakah pengidap autoimun kulit vaksinasi Covid-19?

Banyak penyintas autoimun kulit ragu untuk melakukan vaksinasi Covid-19 karena alasan keamanan. Lantas apakah penyintas autoimun kulit masih bisa menerima vaksinasi Covid-19?

Sebagaimana diketahui, penyakit autoimun merupakan suatu penyakit akibat gangguan sistem imun. Sistem imun ini salah mengenali sel tubuhnya sendiri. Sel tubuh tersebut dianggap sebagai suatu benda asing dan akhirnya menyerang sel tubuhnya sendiri.

Vaksin Covid-19

Saat ini, pengobatan masih terbatas untuk mengatasi peradangan dan mengendalikan sistem imun yang terlalu aktif. Oleh sebab itu, pasien diimbau untuk selalu melakukan kontrol secara rutin dan pola hidup sehat untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV menjelaskan bahwa hal yang paling penting sebelum melakukan vaksinasi Covid-19 adalah pengetahuan yang cukup dari pasien dan masyarakat secara umum terkait penyakit autoimun kulit. Pengetahuan inilah yang berpengaruh pada layak atau tidaknya seseorang divaksinasi.

"Bagaimana mencegahnya agar tidak kambuh, cara pengobatan yang benar dan kapan harus berobat, sampai akhirnya jika semuanya sudah terskrining dengan baik, dokter akan bisa memberikan saran kapan mereka bisa melakukan vaksinasi covid-19," terang dr. Anthony dalam virtual media briefing, Rabu (3/11/2021).

Lebih lanjut, dr. Anthony mengatakan bahwa pada dasarnya penyintas autoimun kulit tentu bisa divaksin. Namun, pastinya akan ada pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kelayakannya, sebab autoimun kulit ini terdiri dari berbagai jenis dan memiliki perbedaan satu sama lain.

"Penyakit autoimun kulit, yang paling sering dialami masyarakat adalah Vitiligo, Psoriasis, dan Urticaria (Biduran). Ketiga penyakit autoimun kulit ini merupakan kasus-kasus yang cukup meningkat selama masa pandemi Covid-19,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini