Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukungan Mensos untuk MUI Sulsel yang Keluarkan Fatwa Haram Memberi Uang ke Pengemis

Widya Michella, Jurnalis · Kamis 04 November 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 620 2496669 dukungan-mensos-untuk-mui-sulsel-yang-keluarkan-fatwa-haram-memberi-uang-ke-pengemis-m4FV9Ti6oy.jpg Menteri Sosial, Tri Rismaharini (Foto: Okezone)

PONTIANAK - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendukung Fatwa MUI Sulsel yang mengharamkan memberikan uang bagi pengemis di ruang publik dalam Fatwa Nomor 1 Tahun 2021, tentang eksploitasi dan kegiatan mengemis di jalanan dan ruang publik.

Karena menurutnya menjadi pengemis selain kehilangan kehormatan dan juga sebagai wujud seseorang yang tidak ingin berusaha.

"Saya pikir itu bener menurut saya. Di dalam agama pun kita sebaik-baiknya manusia itu tangan kita diatas, bukan di bawah," ucap Mensos kepada wartawan, Kamis,(04/11/2021).

Ditambah banyak oknum yang menggunakan kegiatan mengemis sebagai upaya meraup keuntungan dengan mudah dan tidak perlu berusaha.

"Malah kita pernah liat mereka punya mobil, rumahnya bagus tapi kemudian tidak mau susah payah, kalau aku di Surabaya tak kejar itu, ada yang pura-pura kakinya buntung. Pernah tak kejar ternyata kakinya dilipat, diikat gitu seolah-olah buntung. Ya kan, udah nipu, tangannya di bawah lagi," jelas Mensos Risma.

Walaupun tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang benar-benar tidak sanggup menghidupi kebutuhannya. Sehingga dalam penerapannya negara menjamin fakir miskin dan anak terlantar dalam pasal 34 ayat (1) UUD 1945.

"Ya kita harus bantu jadi penerima bantuan itu memang mereka yang tidak mampu sesuai dengan yang diamanatkan UUD 1945 seperti dalam agama kewajiban kita, fakir miskin, anak yatim," sambungya.

Namun jika mereka mampu bekerja, maka diharuskan untuk bekerja. Pada kesempatan itu juga, Mensos melakukan graduasi penerima PKH, dimana mereka telah mempunyai penghasilan sendiri atas kerja kerasnya masing-masing.

"Makanya ini saya senang mereka ada graduasi kemudian berusaha. Yang paling penting mereka tidak hanya sekedar menerima 200 ribu atau 300 ribu, tapi mereka bisa lebih dari itu kalau usahanya berhasil," ucapnya.

Jika berusaha menurutnya tetap berjalan dengan baik walaupun dimasa pandemi."Tidak tahu kenapa malah UKM saya di Surabaya waktu pandemi naik 100 persen. Nah ini kan kita harus tahu cara strategi pemasarannya. Begitu ada perubahan maka harus merubah strateginya," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini