Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menaker Blakblakan Tantangan Dunia Kerja bagi Milenial

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 620 2499629 menaker-blakblakan-tantangan-dunia-kerja-bagi-milenial-YoHZXTtuHW.jpg Menaker Soal Tantangan Dunia Kerja. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan generasi milenial mesti terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja. Tujuannya supaya milenial mudah mendapat pekerjaan.

"Paculah kemampuan kalian setingi-tingginya untuk penguasaan teknologi, kompetensi kerja, dan sering melakukan kolaborasi positif, sehingga dapat memenangkan peluang persaingan dunia kerja yang ada," ujar Menaker di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga: Warning! Peserta Kartu Prakerja Gelombang 12-22 Buruan Beli Pelatihan

Menaker mengemukakan, potret kondisi Ketenagakerjaan Nasional berdasarkan Data BPS per Agustus 2021 menunjukkan penduduk usia kerja di Indonesia saat ini sebanyak 206,71 juta orang, terdiri atas 140,15 juta orang merupakan angkatan kerja dan 66,56 juta orang merupakan bukan angkatan kerja.

Angkatan kerja tersebut terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 131,05 juta orang dan pengangguran terbuka sebanyak 9,10 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,49%.

Baca Juga: Hasil Kartu Prakerja Gelombang 22 Diumumkan, Login ke Sini Sekarang

Menurutnya, penduduk yang bekerja dari sisi pendidikan mayoritas adalah lulusan SMP ke bawah. Dari kondisi ini, dapat dilihat bahwa penduduk yang bekerja masih didominasi pekerja yang kurang terampil (low-skill).

"Kondisi ini tentunya memberikan tantangan bagi kita semua untuk dapat terus memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Indonesia melalui peningkatan kualitas, kuantitas dan persebaran sumber daya manusia (SDM) Tenaga Kerja," ucapnya.

Dia menambahkan, pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan pemanfaatan teknologi yang mampu mengubah wajah industri dan ekonomi baik ditingkat nasional maupun global.

Menurutnya, inovasi teknologi dan bisnis baru bersama-sama dengan perubahan preferensi konsumen akan terus berlanjut mengubah produksi global. Hal itu akan berdampak pada pasar tenaga kerja dan jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

"Oleh karena itu, generasi millenial harus menguasai teknologi mengingat digitalisasi ekonomi memerlukan keahlian yang berbeda dengan era sebelumnya," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini