Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Periksa Ginjal Tiap 3 Bulan untuk Para Penderita Diabetes

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 620 2503329 pentingnya-periksa-ginjal-tiap-3-bulan-untuk-para-penderita-diabetes-fsUYBXcQzJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA seseorang menderita diabetes, biasanya dia akan mengalami pembengkakan di area kaki. Hal ini diakibatkan karena pembuluh darah kecil di area ginjal terluka.

Ketika pembuluh darah di ginjal terluka, ginjal tidak dapat membersihkan darah Anda dengan baik. Tubuh pun akan menahan lebih banyak air dan garam daripada seharusnya, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan pembengkakan pergelangan kaki.

Oleh karena itu, Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia, Dr. Bhanu Kumar, BMedSc, SpPD, menyarankan pasien diabetes melakukan pemeriksaan pada ginjalnya setiap tahun bila tak mengalami kelainan apapun.

Diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf di tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih Anda. Tekanan yang dihasilkan dari kandung kemih penuh Anda dapat melukai ginjal, menurut laman kidney.org.

Diabates

"Fungsi ginjal biasanya kita menggunakan patokan kalau ada kelainan bisa diulang. Kalau kelainan berat per bulan, kelainan ringan per 3 bulan, kalau tidak ada kelainan bisa per tahun atau per 6 bulan boleh, " ujar dia seperti dilansir dari Antara.

Selain ginjal, Bhanu yang juga Internist Specialist JEC Eye Hospitals and Clinics itu menyarankan pemeriksaan pada mata untuk melihat ada tidaknya komplikasi demi mencegah kebutaan yang berdampak pada menurunnya kualitas hidup.

Pemeriksaan juga disarankan pada kadar kolesterol. Bila ada kelainan, maka pemeriksaan bisa diulang setiap tiga bulan sementara bila tak ada kelainan maka disarankan pemeriksaan setiap sekali setahun. Mereka dengan masalah komplikasi seperti pada kaki, bisa berkonsultasi dengan dokter bedah untuk mendapatkan penanganan misalnya pada luka kaki.

Bhanu mengutip anjuran Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) mengatakan, bukan hanya dokter tetapi juga pasien yang berperan dalam penanganan diabetesnya.

Demi mencapai hal ini, dokter perlu mengajarkan pada pasien seperti pola diet yang baik, olahraga yang tepat hingga pemeriksaan gula darah mandiri demi menjaga gula darah tetap stabil.

"Kita mulai membagi tanggung jawab penanganan diabetes, jadi pasien kita kasih tahu ini penyakit diderita ya harus bertanggung jawab dan tahu cara menangani sendiri," kata Bhanu.

Dari sisi olahraga, pasien misalnya perlu tahu pilihan yang tepat yakni kardio untuk meningkatkan nadi. Sementara untuk asupan, sebaiknya pilih dengan jumlah seimbang dan jenisnya sesuai kebutuhan tubuh.

"Untuk asupan yang fiber lebih tinggi, jangan karbohidrat terlalu tinggi bukan berarti no karbo, karbo tetap dibutuhkan. Yang penting asupan seimbang, ada karbohidrat, protein, lemak, serat," demikian pesan Bhanu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini