Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Kedua Hidung Harus Dicolok saat Tes Swab PCR

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 620 2504305 ini-alasan-kedua-hidung-harus-dicolok-saat-tes-swab-pcr-FWt6wHXX2L.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

 TES Swab PCR pastinya sudah tidak asing lagi di era pandemi seperti sekarang. Hasil tes Swab PCR digunakan seseorang ketika hendak berpergian ke luar kota atau luar negeri.  

Ketika tes Swab PCR, biasanya hidung kanan dan kiri akan dicolok, serta mulut. Tak heran jika prosesnya kurang disukai banyak orang karena sensasi tidak nyaman dan sakit saat alat swab masuk ke lubang hidung.

Tes Swab PCR

Tapi, kenapa ya tes PCR harus dilakukan pada kedua lubang hidung dan mulut? Apakah salah satu lokasi pengambilan sampe saja tidak cukup? Apakah ada alasan medis terkait hal tersebut?

Baca Juga : Sampel Tes PCR Paling Baik di Hidung Bagian Belakang, Ini Alasannya

Dokter Spesialis Patologi Klink dr Basti Andiyono, SpPK(K) menjelaskan pada dasarnya sampel tes PCR Covid-19 cukup diambil dari satu lubang hidung. Namun, agar jumlah sampel lebih banyak, swab diambil dari ketiga lokasi tersebut.

"Lokasi utama virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 berada di nasofaring atau area ujung rongga hidung. Nah, jika diambil dari salah satu lubang, ya, bisa saja. Namun, perlu juga lokasi sampel lain karena dikhawatirkan sampel yang keambil tidak cukup dan menentukan hasil akhir tes PCR," papar dr Basti dalam Live Instagram Okezone Stories yang disiarkan Kamis (18/11/2021).

Baca Juga : Dokter Berbagi Tips Jalani Swab PCR, kalau Sakit Pertanda Salah Metode?

Dokter Basti melanjutkan, jika sampel diambil hanya di mulut, dikhawatirkan sampel virus yang seharusnya tertangkap di alat swab tidak banyak dan sekali lagi ini berkaitan dengan prosedur medis dan meminimalisir risiko yang tak diharapkan.

Dalam kesempatan tersebut, dr Basti menjelaskan bahwa sejatinya ujung dari lubang hidung antara kanan dan kiri itu sama. Artinya, baik diswab hidung kanan maupun kiri, lokasi sampel sama.

"Balik ke awal, pemgambilan sampel swab hidung kanan dan kiri itu tetap diperlukan untuk meminimalisir hasil yang kurang maksimal. Walau, cuma diambil dari satu lubang sudah cukup," tambahnya.

"Saya juga mau sekalian edukasi ke masyarakat bahwa saat swab dilakukan pada hidung, sangat wajar jika Anda ingin batuk atau bersin. Itu respons tubuh saat ada benda asing ke lokasi sensitif. Saya juga mau bilang, swab yang benar itu saat alat swab masuk ke lubang hidung, Anda menangis. Itu artinya alat swab berada di tempat yang benar," papar dr Basti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini