Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tahap Infeksi HIV Serang Tubuh hingga Jadi AIDS

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 620 2510508 3-tahap-infeksi-hiv-serang-tubuh-hingga-jadi-aids-QTf2lJGo6t.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

SETIAP 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, penting untuk mengetahui tahapan virus HIV menyerang tubuh.

Ketika seseorang terinfeksi HIV, maka orang tersebut akan mudah terpapar penyakit lain. Hal ini terjadi karena virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dan jika rusak, maka tubuh Anda tak mampu melawan mikroba penyebab penyakit lain yang masuk.

Bila seseorang yang terinfeksi HIV tidak segera ditangani, apalagi dia tak tahu kalau sedang terinfeksi, maka penyakit AIDS bisa terjadi. AIDS sendiri adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Saat tubuh terinfeksi HIV, maka ada tiga tahap yang akan terjadi. Dilansir dari WebMD, berikut ini tiga tahapan yang bakal Anda rasakan saat virus HIV mulai menyerang tubuh:

Tahap pertama: Gejala infeksi HIV akut

Demam

Pada kebanyakan kasus, orang dengan HIV positif itu tak sadar jika dirinya terinfeksi virus mematikan. Gejala ini terjadi dalam 2 sampai 6 minggu setelah tubuh terinfeksi. Inilah saat sistem kekebalan tubuh diserang. Gejala di tahap pertama ini hampir sama dengan penyakit flu, yaitu sakit kepala, kelelahan, otot sakit, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam merah tak gatal, dan demam.

Jika Anda memiliki gejala seperti ini atau bahkan melakukan kontak dengan pasien HIV dalam 2 hingga 6 minggu terkahir, Anda sebaiknya pergi ke dokter dan segera melakukan tes HIV.

Baca Juga : Waspadai Gejala HIV pada Pria, Tahap Awal hingga Menjadi AIDS

Tes awal penting karena ada dua alasan, pertama, pada tahap ini kadar HIV dalam darah dan cairan tubuh Anda sangat tinggi. Kedua, memulai pengobatan sesegera mungkin yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan mengurangi gejala yang dialami.

Baca Juga : Hari AIDS Sedunia, Ini Makna Simbol Pita Merah

Tahap kedua: Gejala latensi klinis

Setelah sistem kekebalan tubuh dirusak virus HIV, Anda akan mengalami situasi tanpa gejala. Dokter menyebutnya tahap ini sebagai periode tanpa gejala atau infeksi HIV kronis.

Di dalam tubuh Anda, sel-sel yang disebut sel T CD4 mengoordinasikan untuk respons sistem kekebalan Anda. Selama tahap ini, HIV yang tidak diobati akan membunuh sel CD4 dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh Anda. Anda bisa melakukan tes darah utnuk memeriksa berapa banyak sel yang Anda miliki.

Tahap ketiga: Gejala AIDS

Ya, ini adalah akhir dari HIV. Ketika penyakit terus menggerogoti tubuh, maka pasien HIV bisa mengalami AIDS. Sistem kekebalan tubuh di tahapan ini sudah rusak parah. Anda mungkin terkena infeksi oportunistik dan sistem kekebalan tubuh Anda terus melemah.

Pada kondisi AIDS, pasien bisa mengalami sarkoma kaposi (bentuk kanker kulit) dan pneumocystis pneumonia (penyakit paru-paru) yang juga dianggap sebagai penyakit terdefinisi AIDS. Orang dengan AIDS yang tidak mengkonsumsi obat sama sekali dikatakan akan hidup sekitar 3 tahun, atau kurang jika mereka terkena infeksi lain.

Tetapi HIV masih dapat diobati. Jika Anda mulai menggunakan obat-obatan untuk HIV maka tetap gunakanlah, jangan lupa untuk mengikuti saran dokter, dan selalu menjaga kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini