Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kelima Paska Gunung Semeru Erupsi, Wilayah Ini Masih Terkubur Material Vulkanik

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 620 2513706 hari-kelima-paska-gunung-semeru-erupsi-wilayah-ini-masih-terkubur-material-vulkanik-VYfZtsa69i.jpg Abu vulkanis masih menutupi sejumlah wilayah di sekitar Gunung Semeru. (Foto: Avirista M/MPI)

LUMAJANG - Ratusan area masih terkubur material pasir dan abu vulkanik pada hari kelima pasca erupsi Gunung Semeru . Sejumlah wilayah itu terkubur material erupsi Gunung Semeru dengan ketinggian bervariasi.

Wilayah Curah Kobokan, Pronojiwo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menjadi lokasi terparah terdampak erupsi Gunung Semeru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, di sini hampir ratusan bangunan rumah dan sejumlah fasilitas umum terkubur.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengakui, di daerah beberapa daerah seperti di Curah Kobokan dan Kampung Renteng, jadi wilayah terparah terdampak erupsi Gunung Semeru.

Baca juga: Viral! Relawan Selamatkan Seekor Bebek Terdampak Erupsi Semeru


Baca juga: 4 Fakta Aksi Eksibisionisme Siskaeee, Trauma Masa Lalu hingga Kepuasan Batin

"Bukan pasir sangat tebal, rumah tinggal atapnya saja (tertimbun material erupsi). Sehingga bukan kategori parah lagi. Rumah kelihatan atapnya saja. Sehingga kami teman-teman yang asesmen fasum (fasilitas umum) hanya bisa mendata dari data yang ada di desa," ungkap Joko Sambang, saat dikonfirmasi, Rabu pagi (8/12/2021).

Namun pihaknya masih belum memetakan secara pasti berapa rumah yang mengalami kerusakan, mengingat dirinya tidak mengetahui kondisi rumah awalnya seperti apa.

"Cuma belum bisa diidentifikasi, karena kami tidak tahu kondisi rumah awalnya seperti apa, belum bisa kami petakan," kata Joko.

Joko menambahkan dari banyaknya material vulkanik yang mengubur permukiman warga, wilayah Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Pronojiwo, Dusun Kajar Kuning, Kampung Renteng, Kebon Deli di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menjadi wilayah terdampak.

"Kalau Curah Kobokan itu ikut Desa Supit Urang, Kajar Kuning itu Sumberwuluh. Kebondeli, Kampung Renteng itu Sumberwuluh, terus Kebondeli juga ikut Sumberwuluh, Jembatan Glada Perak ikut Sumberwuluh, " kata Joko kembali.

Sementara itu, Komandan Posko Tanggap Darurat Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Kolonel Inf. Irwan Subekti mengungkapkan, wilayah Curah Kobokan dan Kampung Rentengmenjadi salah satu daerah yang bakal jadi perhatian tim tanggap darurat erupsi Gunung Semeru.

"Kita masih di daerah Kampung Renteng, kemudian Curah Kobokan. Jadi daerah Curah Kobokan itu daerah yang terparah, kemudian masih ada yang belum ditemukan, sehingga kita masih mengarah ke situ. Kemudian ke arah Sungai Kobokan itu masih ada beberapa tempat yang ada tanda-tanda tapi belum bisa menjangkau," ujar Irwan saat konferensi pers.

Sebelumnya diberitakan Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore. Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Hingga Selasa malam 7 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 34 warga meninggal dunia, sebanyak 22 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini