Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Insinyur Siap Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Presidensi G20

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 620 2516242 para-insinyur-siap-dukung-indonesia-jadi-tuan-rumah-presidensi-g20-WMagZKTmE7.jpg Indonesia Tuan Rumah Presidensi G20. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendukung Indonesia menjadi tuan rumah G20. Insinyur Indonesia pun siap membantu mensukseskan acara tersebut.

Ketua Umum PII, Heru Dewanto, dalam siaran persnya, mengatakan hal tersebut akan menjadi pembahasan, dalam Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) XXII, yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 17 Desember 2021.

“Bonus insinyur itu merupakan kata kunci yang penting dalam memastikan Indonesia sukses dalam kepemimpinan G20. Oleh karena itu tema Kongres PII XXII kali ini adalah Penguatan Insinyur Profesional Indonesia Menuju Kepemimpinan Indonesia di Panggung Dunia," ujar Heru Dewanto, dalam keterangannya, Senin (13/12/2021).

Baca Juga: RI Dipaksa Teken Perjanjian, Jokowi Menolak Permintaan Negara G20! Erick Thohir: Para Menteri Mendukung

Dia mengatakan, tema tersebut sejalan dengan visi Indonesia sebagai Presidensi G20, yang fokus untuk menyukseskan tiga hal yakni penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Heru Dewanto memastikan, peran insinyur dengan segala potensi serta aset sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi PII untuk mendukung keberhasilan kerja besar kepemimpinan Indonesia di G20, adalah fokus PII.

Baca Juga: Indonesia Maju, Pendapatan Masyarakat Capai Rp330,6 Juta/Tahun

PII telah melakukan banyak hal dalam memenuhi kebutuhan insinyur hingga nantinya mencapai ‘Bonus Insinyur’ di Indonesia. PII telah memiliki dan mempraktikkan proses lima rantai nilai keinsinyuran (engineer value chain), sejak para calon insinyur menempuh pendidikan Teknik, menjadi sarjana, lalu menjadi insinyur profesional, sertifikasi hingga memiliki standar global.

“Bahkan saat ini para mahasiswa dan alumni vokasi bisa menempuh proses untuk menjadi insinyur, tersertifikasi, hingga mencapai standar yang diakui sebagai international engineer,” kata Ketua Umum PII.

Jumlah anggota PII saat ini mencapai 47.125 orang, yang profesional mencapai 19.025 orang. Jumlah ideal insinyur di Indonesia, menurutnya sangat tergantung dari program pemerintah mengenai infrastruktur. Namun sebagai gambaran, di Indonesia ada sekitar 3.200 insinyur untuk setiap satu juta penduduk.

Sementara Vietnam memiliki sekitar sembilan ribu insinyur untuk setiap satu juta penduduk. Jika Indonesia berniat bersaing dengan Vietnam, menurut Heru Dewanto, minimal Indonesia butuh insinyur yang jumlahnya lebih banyak lagi.

Insinyur menurut Ketua Umum PII juga bisa berkontribusi dalam tujuan G20 mengenai penanggulangan permasalahan pandemi Covid 19, termasuk di bidang ekonomi. Kata dia, pandemi ini adalah sesuatu yang sebelumnya belum pernah terjadi, sehingga tidak ada kasus yang bisa dijadikan acuan. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi-inovasi, yang mana merupakan keahlian insinyur.

"Para insinyur adalah orang-orang yang didik bekerja membuat inovasi, semakin banyak insinyur, semakin banyak kita membuka peluang solusi-solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya," ujar Heru Dewanto.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini