Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lawan Omicron, Pakar: Jaga Prokes, Perluas Vaksinasi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 620 2521310 lawan-omicron-pakar-jaga-prokes-perluas-vaksinasi-covid-19-MxzGoiljnt.jpeg Ilustrasi (Foto: News Medical)

VARIAN Omicron menjadi perhatian serius seluruh dunia. Mutasi Covid-19 ini disebut menyebar lebih cepat dari varian-varian sebelumnya.

Varian Omicron juga telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Hal ini termasuk Indonesia yang telah mencatatkan 5 kasus positif Omicron. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i menyebut, ada  beberapa cara untuk melawan varian baru Covid-19 Omicron. Salah satunya  memperluas cakupan vaksinasi Covid-19.

Omicron

Sebagaimana diketahui, negara-negara yang memiliki cakupan vaksinasi lengkap yang tinggi dan atau sudah mendapatkan vaksinasi booster memiliki daya proteksi yang jauh lebih tinggi.

"Jadi tetap jaga protokol kesehatan (Prokes) dan perluas vaksinasi," terang dr. Fajri, dalam unggahan akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga : Benarkah Varian Omicron Sudah Ada Obatnya?

Lebih lanjut, dr. Fajri menjelaskan alasan mengapa varian Omicron masuk dalam kategori Varian of Concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian hanya dalam 17 hari setelah ditemukan. Selain itu, banyak pula negara-negara yang memutuskan untuk menutup pintu perbatasan.

"Belum pernah ada yang secepat ini, varian Delta yang dulu katanya serem, lewat jauh sama Omicron," tambahnya.

Baca Juga : 5 Perkembangan Paling Baru Varian Omicron, Apa Saja?

Dokter Fajri mengatakan saat ini negara yang paling terdampak oleh varian Omicron adalah Denmark. Meski demikian, angka kematian harian di Denmark akibat varian Omicron, tidak terlalu tinggi. Kasus kematian harian tertinggi berdasarkan data dari 23 November hingga 17 Desember 2021 adalah 15 orang.

"Bisa jadi angka kematian Denmark akibat serangan Omicron tidak tinggi dikarenakan cakupan vaksinasi yang > 77 persen dosis penuh, bahkan 27 persen sudah dibooster," sambungnya.

Selain itu, dr. Fajri juga mengajak masyarakat untuk mengapresiasi capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Per Rabu (22/12/2021) Indonesia telah berhasil melewati target vaksinasi minimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 40 persen.

"Ada 60 persen populasi yang belum divaksin dosis penuh. Artinya tetap waspada karena pandemi masih ada dan siapapun masih bisa tertular," tuntas dr. Fajri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini