Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Omicron 70 Kali Berkembang Lebih Cepat pada Saluran Udara Manusia daripada Delta

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 620 2526599 omicron-70-kali-berkembang-lebih-cepat-pada-saluran-udara-manusia-daripada-delta-i4DYE2viLg.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

PAKAR Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman varian Omicron yang saat ini sedang mengintai Indonesia.

Meski saat ini varian asal Afrika Selatan tersebut disinyalir memiliki gejala dan infeksi yang lebih ringan, namun kemampuan menyebar virus tersebut tidak dapat dianggap remeh. Omicron 70 kali lebih cepat menular pada bronkus dibanding Delta

“Omicron jelas lebih cepat menular 70 kali pada saluran bagian atas atau bronkus. Oleh karena itu kita harus tetap hati-hati,” kata dr. Fajri dalam unggahan voice note di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Senin (3/1/2022).

Omicron

Dalam penjelasannya tersebut Indonesia diminta untuk belajar dari kasus yang dihadapi oleh Amerika Serikat (AS) saat ini. Di mana sebelumnya Negeri Paman Sam tersebut sudah santai dari pandemi Covid-19, namun sekarang justru meledak kembali mencapai 500 ribu kasus dalam sehari. Selain itu Inggris, Prancis, dan 20 negara lainnya di 4 benua juga mengalami hal yang sama.

“Oleh karena itu kita harus tetap jaga protokol kesehatan, karena kalau semakin cepat penularan terjadi otomatis nanti tetap saja banyak yang sakit, rumah sakit bisa penuh. Walaupun Indonesia masih terkendali saat ini,” lanjutnya.

Baca Juga : 14 Rekomendasi Terbaru IDAI Terkait Pembelajaran Tatap Muka

Baca Juga : Masker Jenis Ini Tidak Melindungi Anda dari Omicron!

Pada akhir penjelasannya, dr. Fajri juga membagikan cara untuk menghindari infeksi penularan Covid-19 saat berada di fasilitas maupun ruang publik. Salah satunya adalah dengan selalu menghindari ruangan tertutup dengan ventilasi udara yang buruk. Sebab tempat dengan kondisi ini memiliki tingkat risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi.

“Main boleh, jalan-jalan boleh, makan boleh, asal lihat ventilasinya. Tetap pakai masker dan hindari bergabung dengan orang-orang yang tidak satu rumah. Tetap waspada dan harus tetap divaksin. Karena vaksinasi jelas mengurangi risiko infeksi Covid-19 perburukan,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini