Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Cara RI Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Antara, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 620 2563677 ini-cara-ri-tingkatkan-keselamatan-dan-keamanan-pelayaran-R0Ev6LKE9m.jpg Industri Pelayaran (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Intip cara pemerintah meningkatkan keselamatan dan keamanan industri pelayaran.

Terbaru Direktorat Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan test bed atau uji coba pemanduan secara elektronik (e-pilotage) wilayah perairan Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

"Kegiatan itu dalam rangka sosialisasi dan meningkatkan pelayanan terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia," kata Direktur Kenavigasian Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga: Menhub Tantang Pelaku Bisnis Pelayaran Buka Rute Internasional

Prosesi kegiatan test bed e-pilotage ini dilaksanakan secara luring dan daring dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait, serta mengundang partisipasi para taruna dan taruni sekolah pelayaran dan lembaga pendidikan lainnya di Jawa Tengah.

Hengki menyebutkan bahwa pelaksanaan test bed e-pilotage pada VTS Semarang Distrik Navigasi Kelas II Semarang adalah yang kesembilan kalinya setelah sebelumnya telah dilaksanakan di delapan stasiun VTS.

"Namun, yang menjadi perhatian dalam tes ini adalah merupakan yang pertama di tahun 2022, sehingga sangat perlu untuk diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi pendorong bagi stasiun VTS lainnya untuk segera melaksanakan test bed e-pilotage di wilayah masing-masing," ujarnya.

Kegiatan uji coba pemanduan kapal secara elektronik ini merupakan implementasi program percepatan Direktorat Kenavigasian sebagai langkah optimalisasi sarana dan prasarana kenavigasian dan tindak lanjut Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 140 Tahun 2021 tentang Program Percepatan Reformasi Birokrasi.

"Uji coba tes tersebut rencananya akan dilaksanakan di 23 stasiun VTS milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dilaksanakan mengacu pada ketentuan Organisasi Maritim Internasional (IMO), di mana tetap ada pembagian tanggung jawab antara pandu on board dan pandu on VTS," ungkap Hengki.

Adapun tes ini bertujuan untuk mendapatkan input serta evaluasi dalam rangka menyiapkan sarana dan prasarana serta regulasi dalam melaksanakan pemanduan secara elektronik (e-pilotage) berdasarkan berbagai karakteristik trafik dan alur pelayaran serta untuk mengoptimalisasi peran dari VTS.

"Sebagai informasi, bahwa telah dilaksanakan studi implementasi e-pilotage di perairan Indonesia, di mana saat ini sedang disusun rancangan regulasi yang akan mengatur terkait pelaksanaan pemanduan secara elektronik yang nantinya akan dituangkan dalam peraturan Menteri Perhubungan," ujar Hengki.

Kepala Distrik Navigasi Kelas II Semarang Dian Nurdiana mengatakan saat ini Stasiun VTS Disnav Semarang terus berupaya secara optimal untuk mempersiapkan layanan kenavigasian bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan Pelabuhan Tanjung Emas, demi meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

"Disampaikan juga bahwa kapal target dalam kegiatan test bed e-pilotage ini menggunakan kapal milik PT Pelni yaitu Kapal penumpang KM Lawit (6.022 GT) yang akan dipandu keluar pelabuhan dan KN Karimunjawa (230 GT) akan dipandu ketika menuju pelabuhan Tanjung Emas," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini