Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Promosikan Produk Ekonomi Kreatif Indonesia di TWG G20, Kain hingga Kopi

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2022 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 620 2592476 kemenparekraf-promosikan-produk-ekonomi-kreatif-indonesia-di-twg-g20-kain-hingga-kopi-j3puzWZTiS.jpg Kopi nusantara (Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkenalkan sekaligus mempromosikan aneka ragam produk ekonomi kreatif dalam 1st Tourism Working Group 2022, berlangsung di Sudamala Resort, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 10 Mei 2022.

Di antaranya pakaian tradisional yang dikenakan syal songkek khas Manggarai, NTT, yang dikenakan oleh Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, dan Co Chair of Tourism Working Group, Iman Santosa. Hingga dihadirkannya ragam produk olahan kuliner khas Nusa Tenggara Timur.

 BACA JUGA: Sandiaga Uno: Libur Lebaran Berdampak Positif terhadap Kebangkitan Parekraf

Kemudian Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga mengenakan kain sureq, motif tenun baru dari Sulawesi Barat, yang merupakan gagasan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat.

Kain Sureq Marasa ini terdiri dari kombinasi 3 sureq, yaitu Sekomandi Kalumpang, Sambuq Mamasa, dan Saqbe Mandar. Tujuan Sureq Marasa dibuat sebagai upaya untuk melestarikan dan mempromosikan tiga kain unggulan Sulawesi Barat yang merupakan warisan nenek moyang.

 

Sandiaga menjelaskan, Kain Sureq Marasa adalah salah satu produk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pengrajin yang mayoritas dilakukan oleh ibu-ibu daerah pesisir Sulawesi Barat.

 BACA JUGA:Seluncuran Kenpark Surabaya Ambrol, Sandiaga Uno: CHSE Belum Diterapkan

"Tenun Sutra Sureq Marasa dibuat dengan proses handmade dan ditenun dengan alat tradisional yang keseluruhannya dilakukan oleh tenaga manusia, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi," ujar Sandiaga dalam keterangan resminya.

Kemudian untuk syal yang terbuat dari songkek khas Manggrai, NTT, ini adalah kain tenun yang wajib dikenakan saat acara-acara adat. Antara lain saat kenduri (penti), membuka ladang (randang), hingga saat musyawarah (Nempung).

Motif yang dipakai pun tidak sembarang. Setiap motif mengandung arti dan harapan dari orang Manggarai dalam hal kesejahteraan hidup, kesehatan, dan hubungan, baik antara manusia dan sesamanya, manusia dengan alam maupun dengan Sang Pencipta.

Sementara itu Frans Teguh menyampaikan, terdapat produk ekonomi kreatif lainnya yang dipamerkan dalam gelaran tersebut. Meliputi Kopi Bajawa yang berasal dari daerah Ngada, Kacang Kenari Kakao Kayu Manis yang merupakan kuliner khas daerah Alor, Kopi Juria yang merupakan kopi khas Manggarai Timur, Sambal Nanas yang merupakan sambal khas daerah Ende, Biji Kakao Manis yang berasal dari Sikka; dan Keripik Kelapa Jahe Manis, yang berasal dari Nagakeo.

"Produk kuliner ini kami tampilkan pada 1st TWG 2022, diharapkan bisa dikenal oleh delegasi dari negara-negara G20 sebagai keunikan dan kekayaan budaya bangsa kita," kata Frans.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini