Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tingkatkan Sektor Pariwisata, Jembatan Gantung Disebut Perlu Pemeliharaan Ekstra

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 620 2602593 tingkatkan-sektor-pariwisata-jembatan-gantung-disebut-perlu-pemeliharaan-ekstra-xODVrieRFG.jpg Jembatan gantung disebut perlu pemeliharaan ekstra. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan pembangunan jembatan gantung memiliki potensi yang luas untuk masyarakat desa.

Kehadiran jembatan tersebut memudahkan masyarakat untuk melakukan mobilitas.

Namun, menurut Djoko di beberapa daerah kehadiran jembatan gantung bisa menciptakan sektor pariwisata karena keindahan alamnya.

"Kalau di Jawa memang jembatan gantung itu bisa menjadi daerah wisata, sehingga bisa menyumbang pendapatan masyarakat," ujar Djoko kepada MNC Portal Indonesia, Senin (30/5/2022).

 BACA JUGA:Asyik! Warga Lumajang Kini Punya Jembatan Gantung, Begini Penampakannya

Dia menjelaskan jika pemerintah ingin menciptakan dampak yang lebih dari kehadiran jembatan gantung untuk sektor pariwisata, maka diperlukan sebuah pemeliharaan.

Dia melihat kehadiran jembatan gantung di beberapa daerah memang pada akhirnya menjadi ladang berjualan masyarakat.

Hal tersebut tanpa pengaturan oleh pemerintah, justru malah mencipta kawasan kumuh baru.

"Tapi kadang menurut saya harus tetap dibina, karena apa biasanya mereka jorok, itu yang harusnya dipikirkan, ketika diberikan mereka harus dilatih kebersihan, diajari bahwa tidak boleh membangun sendiri karena jadi kumuh, dan harus disediakan (lapak berjualan)," jelasnya.

 BACA JUGA:Jembatan Gantung di Pekon Biha Putus, 7 Motor Tercebur ke Sungai

Dia menambahkan saat ini pemeliharaan jembatan gantung masih kurang optimal.

Padahal pembangunan tersebut bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat juga.

"Tapi minimal bisa memperlancar mobilitas mereka, membawa produk pertanian, untuk sekolah dan lainnya, tapi asal pembuatannya jangan di korupsi," cetusnya.

Dia menilai masih banyak yang belum paham akan pemeliharaan jembatan gantung.

Sehingga diharapkan pemerintah pusat bisa melakukan pemeliharaan dengan uang yang dianggarkan.

"Karena kalau itu bisa putus, dosa yang korupsi itu, karena orang desa tidak tahu memelihara, sehingga kalau sudah dibangun, harus ada pemeliharaan, nanti kalau patah bilangnya ada kegagalan konstruksi, padahal uangnya di korupsi, jadi kualitasnya abal-abal, programnya itu bagus kok," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini